⚠️mengandung unsur dewasa dan bahasa kasar
Sequel of Leon King 18+
Sebuah keadaan yang membuat Zoey Rebecca terjebak di masalalunya dan mengalami mental disorder. Dimana ia merasakan kecemasan ketika berada di dekat orang-orang yang sebelumnya perna...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Leon,!" Seseorang tiba-tiba membuka pintu dengan tergesa-gesa masuk kedalam ruangan kerja dan menghampiri Seseorang yang dipanggil Leon itu. "Anj*r gue telpon ga di angkat lo?!!"
Pukk... /aduhhh
Dia meringis sakit saat Leon melempar pulpen kearahnya hingga mengenai dahinya.
"Masih di kantor!" Peringat Leon.
"Iya-iya sorry" kata Hendrik, dia adalah Hendrik Asisten pribadi Leon sekaligus teman dekat Leon. Sudah yang kesekian kalinya Leon memperingati Hendrik untuk memanggilnya Pak/Boss ketika di kantor dan di jam kerja, namun temannya itu sering kali lupa. Bukan ingin menunjukkan bahwa ia adalah Boss-nya, hanya saja agar karyawan lain tidak mencontoh dan sepele kepada Leon. Sering kali Leon memaklumi Hendrik ketika tak sengaja memanggilnya tanpa embel-embel Boss. Namun ketika sedang ada karyawan lain Leon tak mau dia seenaknya.
"Kenapa,?" Tanya Leon memasukkan kedua tangannya di kantung celana dan menyandarkan pantatnya pada meja kerjanya.
"Lo jadi ke singapura kan,?" Tanya Hendrik.
"Penerbangan nanti sore kan,?" Kata Leon mengecek jam yang melingkar di tangannya.
"Aduhhh,???" Hendrik mondar-mandir dan menggaruk kepalanya kebingungan.
"Makanya kalo ada orang nelpon, ato kalo gue chat itu di angkat, ya minimal chat gue di buka lah di baca!" Kata Hendrik kesal.
"Rebecca di rumah sakit" kata Hendrik. Leon langsung membelalak dan menegakkan tubuhnya.
"Gue dapet kabar dari Rama"
"Sialan" umpat Leon langsung bergegas keluar dari kantornya.
Leon sedang diperjalanan menuju bandara, kabar tentang Rebecca yang jatuh dan tenggelam di sungai membuat Leon panik. Tanpa berpikir panjang dan persiapan Leon langsung bersiap terbang ke Singapura di temani oleh Hendrik.
Tangan Leon terkepal setelah selesai membaca laporan yang diberikan oleh Rama tentang Rebecca.
Leon mengarahkan ponsel ketelinga setelah menerima panggilan. "Kenapa bisa kecolongan,?" Tanya Leon di panggilan itu tanpa banyak basa-basi.
"Idon'tgive a f*
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.