32

556 22 3
                                        

Leon menghentikan mobilnya perlahan di area parkiran yang sepi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Leon menghentikan mobilnya perlahan di area parkiran yang sepi. Pandangannya jatuh pada Rebecca yang tertidur pulas di kursi penumpang di sampingnya, wajahnya yang damai terlihat begitu menenangkan. Leon tersenyum kecil, tangannya terulur menyentuh lembut pipi perempuan bernama Rebecca itu, menyelipkan helai rambut yang jatuh, dan membelai dengan hati-hati untuk membangunkannya.
"Heyy..." panggil Leon lembut.

Rebecca mengerjap pelan, matanya masih setengah terbuka, "udah sampe ya?" tanyanya sambil mencoba fokus.

Leon tersenyum dan mengangguk.

Ia meraih sabuk pengaman Rebecca dan dengan hati-hati melepasnya, tak ingin membangunkan terlalu cepat dari ketenangan tidurnya. Rebecca menatapnya sekilas dan tersenyum hangat, masih terkantuk-kantuk. "Bentar ya, nyawa aku belum kekumpul" kata Rebecca pada Leon.

"Mau aku gendong aja,?" Tawar Leon.

"Ya nggak lah, ngawur kamu" Kesadaran Rebecca pun mulai penuh, matanya sudah terbuka sempurna.
"Kamu mau mampir dulu?" tanya Rebecca membuka pintu mobil.

Leon mengangguk lagi, "Aku punya sesuatu buat kamu" kata Leon dengan perasaan groginya.

Setelah turun dari mobil, Leon mengambil sesuatu dari saku jaketnya dan melangkah menghadap Rebecca, Sebuah kotak kecil berwarna hitam, berkilau di bawah cahaya lampu parkiran. Dengan senyum yang penuh misteri, ia menyodorkannya pada Rebecca.

Rebecca memandang kotak itu, terlihat sedikit bingung namun tak bisa menyembunyikan senyumannya. "Boleh aku buka sekarang ngga,?"

Leon kembali mengangguk, memperhatikan ekspresi kekasihnya dengan penuh harap.

Tanpa membuang waktu, Rebecca langsung membuka kotak itu. Matanya melebar saat melihat isinya, senyum dibibirnya tiba-tiba luntur seketika. Dengan ragu Rebecca menutup kotak itu lagi.

"Kunci mobil,?" Tanya Rebecca, "Marcendes-Bens-?? Buat aku,?" Tanya Rebecca lagi memastikan, Leon mengangguk lagi dengan senyum di bibirnya.

Rebecca mengangkat wajah, menatap Leon dengan ekspresi yang sulit diartikan. Bibirnya melengkungkan senyum kecil, namun ada sesuatu yang tampak aneh di balik tatapan itu.

"Kamu ngga suka,?" Tanya Leon setelah menyadari ada sesuatu yang tidak biasa. Senyum Rebecca seolah ragu, matanya tidak bersinar bahagia seperti yang ia harapkan. Hatinya mulai bertanya-tanya, apa yang sedang terjadi dalam pikiran Rebecca? Apakah pemberian ini terlalu berlebihan?

"Kamu-??? Kenapa ngasih aku mobil Leon?" Tanya Rebecca nampak kesal.

"Kamu ngga suka,?"

"Jelas ngga suka." Jawab Rebecca tegas.

"Kenapa ngga suka,??" Tanya Leon lagi merasa seharusnya bukan ini reaksi Rebecca yang ia harapkan.

"Yang pertama kondisi keuangan kamu itu sekarang gimana,? Kerjaan kamu lagi ada problem kamu malah beli mobil. Yang kedua kenapa harus ngasih mobil coba,? Kenapa ngga yang lain aja,?"

Lemonade ( 21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang