Ini bukan akhir bagi kisah yang kami tulis pada lembar demi lembar kehidupan yang masih terus berjalan. Jika pada umumnya umat manusia menginginkan akhir yang bahagia, kami malah berharap bahwa kisah kami ini adalah awal dari kebahagiaan selanjutnya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dua keluarga kini sibuk mempersiapkan pesta pernikahan Paul dan Nabila yang tinggal beberapa hari lagi , semua serba cepat . Mengingat sebentar lagi ramadhan tiba.
Tempat sudah di booking oleh powl , begitu juga dengan WO'nya , untuk Cathering sudah Bunda Nabila dan Anggis kondisikan .
Untuk Undangan resepsi pernikahan pun sudah siap disebar .
Sedang Powl dan Nabila pergi ke butik langganan keluarga mereka. Sudah 2 jam mereka memilih . Akhirnya Nabila nenemukan Baju yang sesuai dengan keinginanya .
Tidak hanya gaun resepsi , tapi juga baju untuk akad . Nabila ingin ada moment layaknya pernikahan pada umumnya . Akad yang mereka kenakan menggunakan adat Aceh , sesuai impian Nabila . Sedang resepsi . Menggunakan Gaun putih yang mewah dan elegant .
Dengan syarat . Hanya keluarga dan kerabat dekat yang menyaksikan proses akad nya .
Sedangkan untuk resepsi , Paul dan Nabula menyiapkan lebih dari 500 undangan .
Paul memahami Nabila yang menginginkan pernikahan yang indah dan sebagus mungkin .
Semakin dekat hari , semakin banyaknya yang perlu dipersiapkan dan kerjakan .
Paul dan Nabila jadi tidak banyak waktu untuk berdua . selain mempersiapkan semuanya . Nabila tetap harus kuliah dan paul juga bekerja .