Ini bukan akhir bagi kisah yang kami tulis pada lembar demi lembar kehidupan yang masih terus berjalan. Jika pada umumnya umat manusia menginginkan akhir yang bahagia, kami malah berharap bahwa kisah kami ini adalah awal dari kebahagiaan selanjutnya...
"Udah kok ... gue udah pesen makan sama minuman yang lo suka ."
Anggis :
"Oh oke , Kangen ya lo sama gue ?" Ucapnya menatap salma , salma pun menatap Anggis dengan senyuman dan tangis yang ia tahan . perlahan senyumnya menjadi kelu .
Anggis :
"Eh , sal .. lo kenapaaa ?" tanyanya lembut sembari menarik salma kedalam pelukanya .
salma menangis terisak dipelukan Anggis . Anggis mengelus pelan pundak sahabatnya itu . Tanpa mempertanyakan satu kata pun . Ia benar benar memberikan ruang untuk salma menangis .
setelah beberapa saat pesanan mereka sampai , salmapun melepas pelukan Anggis dan menghapus air matanya menggunakan tisue .
Anggis merapatkan kursinya lebih dekat dengan salma ,.
Anggis :
"Udah lega ?" Salma menggeleng
Anggis :
"Udah siap buat cerita ?"
Salma diam beberapa saat , lalu Menarik dan membuang nafasnya perlahan .
Anggis :
"berat banget ya ? Nih Minum dulu.."
Setelah meminumnya , Salma perlahan menceritakan semua yang terjadi , dengan derai air mata yang masih terus membasahi wajahnya .
Salma :
"Sakit banget hati gue gis , suami gue bisa punya pemikiran kotor kaya gitu .."
Anggis :
"Sabar ya sal , gue turut prihatin .. tapi suami lo kaya gitu karna dia mendem sakit hatinya sendiri sal , dia di vonis mandul . Pasti perasaan rony kalut banget sampe ga bisa mikir jernih"
Salma :
"Iya ya nggis .."
"Gis , kan lo dokter ya.. faktor kemandulan itu apa ?" sambungnya