Nabila :
"Centang satu ka..."
Salma.:
"Dia dirumah ?"
Nabila :
"Aku gak tahu dia dimana ka..."
Salma :
"Loh , pergi ?"
Nabila :
"Aku nyuruh dia buat tidur di kamar tamu , tapi dia pamit pergi sama Ayah bunda .. dan aku gak tahu sekarang dia dimana ."
Rony :
"Biasanya dimana kalo dia lagi kalut ?"
Nabila :
"Nabila gak tahu ka..."
Salma :
"Aku tahu..."
"S-s sorry .. aku kenal Paul 4 tahun . Jadi aku tahu tempat dimana dia kalo lagi kalut.."
Rony :
"Yaudah ayo kesana aja..."
"Aku udah hubungi Lawyer . Dia bakal nyusul ketempat kita nanti ."
Salma dan Nabilapun langsung beranjak dan masuk kedalam Mobil Rony . Rony pun membawa mobil menuju tempat yang dimaksud Salma .
1jam 20 menit perjalan mereka menuju tempat tersebut . Setelah sampai..
Nabila :
"disini ?"
"Nabila pernah diajak kesini .." ucapnya setelah tahu , tempat yang dimaksud Salma ialah Cafe yang pernah ia kunjungi bersama Paul .
Salma :
"Tapi bukan disini... dia ada dibelakang sana ."
Ucapnya menunjukan tempat lain dari sisi cafe . Sebuah bangunan rumah yang tidak terlalu besar .
Rony :
"Yaudah ayok..."
Ketiganya pun mendekat kearah rumah tersebut .
Rony:
"Terkunci.."
Salma :
"Tapi ada mobil Paul didepan."
Nabila :
"Iya , Aku juga liat tadi .."
Rony pun mencoba mengetuk pintu . Namun tak ada respon sama sekali . Rony tampak melihat salma yang sedang menoleh ke kanan dan ke kiri seperti mencari sesuatu .
Rony :
"Kamu nyari apa ?"
Salma :
"kunci..."
Rony terlihat heran .
"kunci ?"
Salma :
"Aku pernah dikasih tahu kunci cadangan yang disimpen disekitaran sini . Tapi aku lupa dimana ."
Nabila :
"Yaudah cari..." ucapnya mulai panik dan langsung mencari . Setelah mencari ke segala sudut . Akhirnya ketemu di pot yang menggantung .
Rony :
"Ini .." Ucapnya lalu memasukan kunci kedalam lubang pintu . Dibukanya perlahan .
Ketiganya masuk kedalam . Rumah yang tampak sepi .
KAMU SEDANG MEMBACA
HUJAN "Simfoni Cinta"
RomanceIni bukan akhir bagi kisah yang kami tulis pada lembar demi lembar kehidupan yang masih terus berjalan. Jika pada umumnya umat manusia menginginkan akhir yang bahagia, kami malah berharap bahwa kisah kami ini adalah awal dari kebahagiaan selanjutnya...
