EP. 27

99 14 6
                                        

🎬¡!🎬

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🎬¡!🎬

"Ini gapapa kita pergi?"

Jayden menatap Nia sinis, " ya, gapapa lah! siapa yang mau maling Lab?"

Nia memutar bola matanya dan menatap Jayden tidak suka, "gue ngga khawatir soal Lab tapi para Laboran!"

"Oh, gapapa kok, santai."

"Iya, Jayden bener, sistem mereka udah gue matiin," suara Kevin yang baru saja masuk ke dalam mobil bergabung dalam percakapan.

Nia tak lagi ingin bersuara namun kalimat Kevin yang satu ini membuatnya penasaran

"Kali ini gimanapun caranya rencana harus berhasil."

Nia menatap Kevin yang terlihat begitu serius, "amit-amit dah kalo gagal, tapi kenapa si emangnya? Muka lo serius banget dah,"

"Lo mau tau salah satu alasan kenapa gue sama Bang Kevin ngga kabur dari dulu?" jawab Jayden lebih dulu.

"Apa?"

"Disini kalimat, 'jika gagal coba lagi' itu ngga berlaku, sekali lo gagal artinya lo udah gagal untuk selamanya."

◻️◽▫️

"Kevin, duduk disini," panggil Johan sambil menepuk kursi disampingnya dan Kevin segera mematuhinya.

Di meja makan sudah ada mereka berempat dengan makana yang perlahan datang memenuhi meja. Kevin dari tadi hanya tersenyum canggung karena tak terbiasa, maklum sudah lama dia tidak berkumpul seperti ini.

"Eum, btw Bang Vin, dimana anak-anak yang kau terima itu?" tanya Kevin membuka suara.

Garvin yang sejak tadi fokus pada ponselnya segera menaruh benda pipih tersebut, namun bukannya menatap Kevin mata Garvin jatuh pada Chandra, "tanyakan itu pada Ketua Laboratorium mu."

Kevin melihat keduanya bertatapan seraya meneguk ludah, sepertinya hal yang tidak mengenakkan sedang terjadi.

"Kenapa kau menanyakan mereka, Kevin?"

"A-aku hanya penasaran, Ketua."

Chandra balik menatap Garvin remeh, "mereka ada di gudang, aku sudah menjejali mereka makanan basi dan ribuan kali cambukan sebagai hukuman tadi,"

Kevin tersentak, "a-apa yang—"

"Sungguh? Kau juga menjejali mereka dengan makanan basi?! Apa kau kehilangan kewarasan mu?!" Johan nimbrung langsung dengan nada tinggi membuat Kevin semakin terkejut.

STRUGGLETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang