EP. 15

134 17 4
                                        

🎬¡!🎬

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🎬¡!🎬

"Berhenti bersikap seolah-olah mereka adalah anak yang dititipkan kemari," Chandra menatap Garvin dan Johan kesal, tak habis pikir dengan dua pria di depannya itu.

"Untuk apa kalian membela mereka, hah?! Mereka bukan siapa-siapa!" teriak Chandra tepat di depan wajah Garvin.

"Hentikan Chandra! Kau berlebihan," Johan yang menyimak akhirnya join dengan menyapa keras bahu Chandra, membuat pria itu mundur beberapa langkah.

Chandra terpaku, tak lama sudut kurvanya terangkat, "kalian berubah," ucapnya. Perlahan kepalanya mendongak, mata itu menatap Garvin dan Johan secara bergantian, "aku tidak habis pikir, kalian akan menyayangi anak orang."

"Tidak," Garvin spontan angkat bicara, maniknya beralih pandang pada hujan, "mereka ..., aku tidak menyayangi mereka."

◻️◽▫️

"Ternyata om Chandra masih lebih serem, ya?" Ganta membuka obrolan.

Raken mengangguk, "dia lebih cocok di panggil om monster!" kesal Raken.

"Iya, om Vin mah lewat seremnya," tambah Ganta sembari menyisir rambutnya.

"Ngga gitu, om Vin tetep serem, bedanya dia nggak sekejam dan secerewet om Chandra," ucap Arsa mengoreksi Ganta.

"Iya juga sih ...."

Hening kemudian datang menyapa. Setelah mandi dan berganti pakaian, mereka bertiga kini sedang duduk ganteng ditemani selimut hangat di kamar Arsa.

Tak ada rencana ingin turun, mereka takut ada Chandra. Meski sebenarnya cacing dalam perut mereka sudah meraung minta makan, tapi jika mereka turun lalu di sambut Chandra ..., ah sudahlah. Kamar memang tempat paling aman untuk mereka saat ini.

"Kalian pada kepikiran, ngga? Kenapa om Vin bela-belain kita masuk?" tanya Arsa yang otaknya sangat bersahabat dengan kejanggalan turut menyapa otak dua Adiknya untuk ikut berputar.

"Ya, kan bagus kalo om Vin kayak gitu," Ganta yang tak pernah ingin ambil pusing.

"Iya tau, tapi kan aneh, Gan. Karena gimanapun om Chandra ngga salah tentang posisi kita di rumah ini, jadi harusnya mereka tuh sama semua kayak dia."

"Sama-sama kayak monster?" Arsa mengangguk sembari menatap Adik bungsunya.

Raken berdehem, "iya juga, kecuali om Chandra, om Han sama om Vin itu beda. Apalagi om Han, dia orangnya baik tingkat rendah gitu," ucapnya mengutarakan kesannya pada Johan.

Arsa dan Ganta terkekeh, ada gitu baik tingkat rendah.

"Om Han kayaknya emang baik, dari cara dia yang ngga pernah ikut siksa kita, dan ngajak liat sunset kemarin," ucap Ganta ikut menyuarakan pendapatnya.

STRUGGLETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang