8

9.1K 604 1
                                        

Disinilah aku sekarang... berada di cafe tempat ku bekerja, sebenarnya ini masih kayak training gitu sih bisa dibilang. Jujur aku agak takut melakukan kesalahan sekecil apapun tapi kalau dipikir-pikir lagi manusia itu juga tidak sempurna.

Oh ya aku juga sudah belajar tentang kopi beberapa hari yang lalu, bahkan nih ya saat aku lagi belajar tentang kopi terus aku nyoba buatin Winter kopi eh dia malah bilang kalau kopi buatan ku rasanya kayak air laut terus dia mau muntah setelah minum kopi buatan ku, aku gak terlalu bawa ke hati sih komentarnya mungkin aja dia benar lagian aku juga baru belajar.

Aku menghela nafas panjang dan melihat sekeliling ada Mesin espresso, Gilingan kopi, Tamper, Porta-filter, Teko Uap, dan masih banyak lagi.

Aku disuruh sama kak Lina untuk menunggu sebentar katanya sih sekalian aku lihat-lihat juga.

Tiba-tiba aku merasakan tepukan lembut dibahu kiriku.

"Kaesha, sorry lama."

Panjang umur, baru juga ngomongin.

Aku berbalik dan kulihat kak Lina sudah kembali dan di belakang nya ada seorang pria yang enggak ku kenal.

"Gapapa kak.. gak lama kok."

Kak Lina tersenyum, "kenalin, ini namanya Andre, dia senior kamu dan bakal ajarin apa pun kalau kamu gak ngerti sesuatu."

Aku mengangguk dan balas tersenyum, "baik kak."

Kak Lina berbalik menatap kak Andre, "gue serahin ke lu, okay?"

Kak Andre mengangguk-angguk, "siappp."

Tiba-tiba kak Lina menatap kak Andre dengan tajam, "lu jangan macam-macam sama anak baru, kalau lu macam-macam nanti gaji lu dipotong."

"Iya, lagian ngapain anjir macam-macam sama anak baru."

Kak Lina menghela nafas kemudian menatap ku kembali, "Kaesha, saya tinggal dulu ya?"

"Baik kak.."

Kak Lina pun pergi meninggalkan aku dan kak Andre berdua.

Btw kok karyawan lain ga ada sih? apa hari ini libur? atau masih ditutup cafenya?

"Cafenya masih ditutup, jadi karyawan lain pada belum datang, emang sengaja," ucap kak Andre.

"Kenapa kak?"

"Tanya aja tuh si Lina."

Aku sebenarnya masih kebingungan sih tapi aku juga gak mau banyak tanya deh jadi aku cuma mengangguk saja.

"Sini, gue ajarin."

"Baik kak."

Aku mendekati kak Andre yang berdiri didepan Mesin espresso.

"Kamu harus tahu dulu basic dasarnya, kamu tahu dosing gak?"

Aku mengangguk, "dosing proses penakaran kopi bubuk yang digiling ke porta filter."

"Kalau tamping?"

"Proses pemadatan bubuk kopi supaya menyatu dengan portal filter."

Kak Andre mengangguk-angguk, "kalau yield?"

"Hasil ekstraksi kopi setelah diseduh."

"Pinter juga kamu ya.."

Jelas dong, semua karena hasil pembelajaran ku kemarin-kemarin, meski di remehin sama Winter tapi seenggaknya sekarang berguna.

"Gue bakal ngajarin tentang teknik manual brew, latte art, pembuatan kopi pakai mesin espresso, dan kalau lu masih belum ngerti sesuatu bilang aja sama gue, okay?"

"Baik kak, terimakasih.."

"Gak perlu makasih, udah tugas gue juga kok," kak Andre tersenyum.

Aku membalas senyum kepada kak Andre. Kalau dilihat-lihat.. kak Andre cukup tampan, kulitnya juga putih kayak chindo gitu terus rambutnya style kayak wibu gitu entah style apa itu, tapi saat dia tersenyum pipi lesung nya yang membuat kak Andre jadi agak manis juga.

Pasti banyak cewek-cewek yang mau sama kak Andre.

Duhh, kenapa aku mikirin ini sih? Lebih baik fokus ke pembelajaran ku dulu terus langsung pulang kalau aku pulang  malam bangat, Winter bakal marah soalnya akhir-akhir ini Winter agak sensitif, aku juga enggak tahu kenapa dia sensitif gitu. Mungkin saja dia lagi PMS? tapi masa sih? ah entahlah.

ArrangeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang