30 [17+??]

6.8K 335 15
                                        

"Kaesha."

Ku tepis tangan Winter yang hendak menyentuhku.

"Cukup kak, aku udah gak mau terlibat sama kalian lagi, lebih baik kakak fokus sama kehidupan kakak dan bang Karl."

Winter kemudian mencengkram paksa lengan ku, "apa sih? aku tuh cuma cinta kamu doang! kamu yang bikin aku jatuh cinta gini dan tiba-tiba nyuruh aku bahagia sama Karl?"

Wow, cinta banget ya, bahkan sangking cinta nya dia ke aku nyampe ngewe dengan orang lain.

"Lepasin kak, aku mau kemasin barang-barang ak--"

"Aku gak bakal biarin kamu pergi, kamu bakal tetap tinggal disini sama aku."

"Apa lagi sih yang kamu mau?! kamu juga udah sembuh kan? lagipula ada bang Karl yang jagain--"

"Karl lagi, Karl lagi, bisa gak sih, gak usah bahas dia sehari aja?"

Tuh mulut pengen aku gampar, padahal dia sendiri yang ngesex sama bang Karl eh malah tiba tiba jadi benci banget sama bang Karl.

Aku menghela nafas kasar, "sudah lah kak, lebih baik kamu--"

Cup

Kedua mata ku membulat sempurna saat Winter main nyosor bibirku bahkan dia mendorong ku ke dinding, menjepitku dengan tubuhnya.

Ughh, kebiasaan banget gak mau dengerin kata kata orang sampai selesai.

Sreekk

Ku tahan tangan Winter saat dia merobek daster ku, "kakak gila ya?!"

"Iya, udah gila aku, mau apa kamu? Hah?!"

Aku kewalahan karena Winter mencengkram kedua tangan ku hingga tak bisa bergerak dan dia melumut bibirku lagi.

Winter kemudian mencium, menghisap, menggigit leher ku sedangkan tangannya yang bebas meremas payudara kanan ku.

"Ahh.. udah kak...."

"Siapa yang nyuruh kamu ngomong? diam dan nurut aja."

Ku gigit bibir bawahku saat Winter menarik keatas bra ku dan payudara ku terpampang jelas, dia dengan tanpa aba aba langsung menghisap puting ku.

Dada ku membusung saat lidah tak berulang milik Winter bermain di puting payudara ku, ku rasakan nafas ku mulai berat, aku enggan untuk mengeluarkan suara desahan.

Deg

Winter mulai mengusap usap paha ku yang membuat bulu kuduk ku merinding.

"Kak! jangan ngelewatin batas!"

Winter kemudian mendongakkan kepalanya untuk menatapku, "terus? kalau aku lewati batas gimana?" ucap nya, mulut nya masih berada diputing ku.

"Aku... bakal bilang ke mama kamu kalau kamu sebenarnya... udah sembuh dan...."

"hmm? dan apa?"

Sialan, kenapa aku jadi gak bisa ngelawan gini? terus juga sentuhan nya bikin aku gak fokus,apa aku mulai birahi?

Sreekk!

Winter terus merobek daster kesayangan ku hingga daster yang ku kenakan melonggar dan jatuh dilantai, sekarang hanya menyisakan kolor dan bra ku.

Winter mencium kembali leher ku dan kemudian dia menatap ku.

"Kaesha, please... jangan tinggalin aku sendiri sama Karl disini.. nanti kamu mau tinggal dimana hm? kalau tinggal sama mama dan papa kamu nanti malah nyusahin mereka, jadi... tinggal disini aja ya? ya ya?"

ArrangeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang