31

8.3K 411 112
                                        

"Nih cappucino kesukaan lu," Freya meletakkan secangkir cappucino di depan ku.

Kami berada di sebuah Cafe yang biasa kami tongkrong saat jaman sma, katanya sih dia kangen bisa nongkrong bareng aku, soalnya aku sibuk terus.

Benar sih, nona Livy bikin aku sibuk akhir-akhir ini bahkan aku sama sekali tidak ada pulang kerumah semenjak terakhir kali yang Winter akan langsung bdsm diriku jika pulang.

Dimana aku tidur? tentu saja di mansion nya nona Livy, yahahaha.

"Kok lu gak bilang bilang sih kalau jadi asisten nya si iblis itu?" tanya Freya yang sudah duduk didepan ku sambil berpangku tangan.

"Maaf Frey, gue sibuk akhir-akhir ini... terus juga gue mau ngurus perceraian gue sama Wint--"

"Cerai?" Freya terkekeh, "astaga Kaesha.."

Hah? apa yang lucu?

"Kan lu nikah nya atas nama Karl, lu cuma gantiin peran Karl doang, kalau lu cerai ama dia, berarti Winter bukan nya cerai sama lu tapi malah cerai sama Karl."

Ah iya ya, astagaaa, goblok betul sih.. aku lupa bahwa dari awal itu, aku hanya sebagai pengganti nya bang Karl.

Baguslah gak perlu lagi ngurus surat surat nya.

"Jadi santai aja kali, sekarang status lu jomblo soalnya kan Karl udah balik ke dia."

"Hum," aku menyeruput secangkir cappucino itu.

"Kaesha."

Aku kembali menatap Freya, karena tiba-tiba ekspresi nya menjadi serius, "ya?"

"Gue ngerasa ada yang memperhatikan kita, seorang perempuan pakai kacamata hitam, masker putih, rambut nya kayak warna ash grey gitu, dia di pojok sana sih," ucap Freya.

Ash grey? Apa jangan jangan....

Saat aku hendak menghadap berbalik untuk melihat perempuan yang dimaksud, tiba-tiba Freya mencegah ku dengan cara menepuk tangan ku," jangan dilihat bego!! ntar ketahuan kalau kita lagi ngomongin dia."

"Hehe maaf."

Freya mengendus kesal, "palingan kebetulan.. eh iya btw gimana pas jadi asisten si iblis itu?"

Aku hanya mengangkat sekilas kedua bahu ku, "ya gitu lah, ngerepotin juga, malahan akhir akhir ini gue gak dibolehin kemana mana."

"Lah kocak, kalau gue jadi lu sih, udah bundir gue dari pada 24 jam sama dia terus."

"Haha bangsat."

Sebenarnya semenjak aku di izinkan tinggal sementara di mansion nya nona Livy, nona Livy malahan clingy banget dan sikap nya berubah drastis kebalikan dari sikap angkuh nya itu.

Entah apa yang merasuki dia kali ini.

Tiba-tiba aku teringat sesuatu.

"Eh iya Frey... sebenarnya aku ingin minta sesuatu sama lu," ucap ku.

"Apaan?"

Seketika aku merasa gengsi menatap Freya jadi ku alihkan perhatian ku ke secangkir cappucino ku, "lu.. kalau ada apa apa, cerita aja ya ke gue, gue bakalan selalu ada disini dan gue harap kita masih bisa sahabatan sampai kita tua."

Tak ada respon untuk sesaat yang membuat ku semakin malu.

"Iya Kaesha, lu juga ya kalau cerita kalau ada masalah, kalau lu gak cerita, gue jadi ngerasa gak berguna jadi sahabat lu," ujar Freya.

Aku mengangguk dan menatap Freya, "maaf ya buat kemarin kemarin.."

"Udah selow aja, gue gak bawa ke hati juga kok."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 04, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ArrangeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang