"Lho? Abang?"
Bang Karl kemudian tersenyum seperti tak berdosa kepada ku.
"Maaf ya dek, Abang datang lama."
"Hah? Abang mau ngapain disini?" tanyaku.
"Abang mau bertanggung jawab, Abang juga udah dapatin uang buat biaya perawatan Winter," jawab nya.
Wtf? setelah sekian lamanya akhirnya bang Karl datang dan mau bertanggung jawab? mana datangnya kayak gak ada beban hidup.
"Kenapa baru sekarang mau tanggung jawab setelah menghilang hampir 1 tahun?"
"Maaf dek tapi Abang mau menemui Winter dulu untuk bahas masalah ini, ya?"
"Engga, nanti diamuk kak Winter."
"Dek, tolong..."
Aku menghela nafas panjang, entah kenapa aku gak rela Abang bicara sama Winter.
"Kaesha! siapa yang datang?" teriak Winter tiba-tiba dari ruang tamu.
Aku terdiam sambil menatap bang karl yang memohon seperti anak anjing.
"Abang mending pergi deh dari sini," ucapku.
Bang Karl menggelengkan kepalanya, "Abang gak bakal pergi sampai Abang ketemu dan bicara dengan Winter."
Ngeyel banget sih nih bocah, jadi kesal.
"Abang mau tanggung jawab gimana sih? kalau nanti di amuk om Garcia gimana?"
"Justru itu dengan cara Abang sendiri, abang mau memperbaiki hubungan Abang dengan Winter dan keluarga nya."
Ah, biarlah yang bakal diamuk kan juga bang Karl, bukan aku.
"Yasudah terserah."
Bang Karl tersenyum, "makasih dek."
"Hum."
Aku membiarkan bang Karl masuk kedalam rumah untuk menemui Winter.
Perasaan aku jadi engga enak dan engga tenang nih, tapi biarlah aku juga engga mau terlalu ikut campur.
Aku pun menyusul bang Karl.
Ohya, aku keingat sama cewek bule yang sedang hamil itu, bagaimana nasib nya ya? kasihan banget sih cowoknya udah ngehamilin tapi malah mau balikan sama mantannya.
Kuhentikan langkahku saatku lihat bang Karl berlutut dihadapan Winter yang masih duduk manis disofa.
"Winter... tolong maafkan aku, aku tahu betul kalau aku sangat amat bersalah," ucap bang Karl sambil memohon.
Kulirik Winter memalingkan wajahnya sambil tetap diam.
"Aku berjanji engga akan mengulangi perbuatan ku dan aku juga berjanji akan selalu berada di sisimu hingga akhir hayat-"
Slap
"Setelah lu menghilang 1 tahun dengan entengnya lu minta maaf?!" bentak Winter.
Slap
"Kenapa lu baru datang sekarang, hah?! lu sebenarnya udah kehabisan uang kan?! makanya datang kembali dengan gue?!"
Slapp
"Sampai kapanpun gue gak bakal luluh dengan permintaan maaf kayak anjing ini."
Slapp!
Aku menghela nafas berat. Aduhh, pasti sakit banget itu mana pipi bang Karl jadi merah banget.
"Gue bakal bawa ini ke jalur hukum."
Kulihat kedua mata bang Karl membulat sempurna.
"W-Winter... Ainsley sayang... Aku bakal bertanggung jawab mulai sekarang, maafin aku..."
KAMU SEDANG MEMBACA
Arrange
RomansaKaesha Ryana terpaksa menikahin seorang perempuan lumpuh akibat ulah Abang nya, Namun beriringnya waktu ia menaruh hati kepada perempuan tersebut. Akankah Kaesha terus mengejar cinta seseorang perempuan yang tidak pernah menghargai nya? Atau ia akan...
