18

9.6K 759 64
                                        

Semenjak hari dimana Vannes mengajak ku jalan-jalan, belakangan ini dia semakin mencoba mendekati ku, bahkan saat jam istirahat, dia pasti akan menghampiri ku dan bahkan ketika aku mau pulang dia akan menghampiri ku terlebih dahulu sebelum pergi ke klinik nya.

Aku juga heran kenapa Vanness seperti itu bahkan kata kak Lina, itu kayak hal langkah Vanness ingin dekat dengan seseorang.

Aku menyandarkan punggung ku dibangku halaman rumah dan ku tatap layar ponsel ku, sebenarnya aku gabut aja sih sambil nunggu seseorang.

"Sha? Sorry lama ya?"

Aku mendongkak dan ku lihat Freya akhirnya keluar dari rumahnya.

"Gak kok, gak lama," sahutku.

Freya tersenyum dan mulai duduk dibangku sebelahku.

"Jadi gimana? masih nyaman gak di cafe itu?" tanya nya.

"Iya, disana karyawan nya baik juga sih, kak Lina juga udah ku anggap kayak kakak sendiri," jawabku.

Freya mengangguk kecil, "oh baguslah."

Aku hanya terdiam dan Freya juga ikut diam. Sial kenapa kayak canggung banget sih setelah aku menolak dia hari itu?

Lagian aku mampir kerumahnya tuh karena aku takut dia kenapa-kenapa, kan banyak tuh berita orang bunuh diri hanya karena cinta ditolak.

Atau bisa aja sih cinta ditolak dukun bertindak.

Eh iya, aku penasaran gimana tanggapan Freya tentang Vannes, seharusnya dia kenal dong dengan Vanness.

"Frey, lu kenal Vanness kan?"

Kulihat Freya  menaiki sebelah alis nya, "Vanness Jovelle pemilik cafe itu? kenal lah."

"Menurut lu dia orangnya gimana?"

Freya terdiam sejenak seperti sedang memikirkan sesuatu.

"Vannes itu orang nya.. gak terbuka, ramah sih ramah cuman dia kayak enggan mau dekat dengan seseorang."

Freya kemudian menatapku dengan lekat, "kata kak Lin, Vanness itu agak arogan dan gak terlalu memikirkan hal hal tentang percintaan, dia lebih memilih karirnya dari pada cinta."

Eh? aku baru tahu tanggapan Freya dan kak Lina tentang Vannes kayak begitu.

"Hm.. arogan?" tanya ku.

Freya mengangguk, "iya, apa lagi dia itu kaya, ayahnya itu seorang CEO, ibu nya dokter gitu terus kakak nya juga dokter sedangkan adik nya? setahuku adiknya itu artis gitu deh."

Buset.. keluarga macam apa ini, gak ada satupun dikeluarga nya seorang pengangguran.

"Gila.. aku baru tahu latar keluarga Vannes kayak gitu,"

Freya tersenyum, "hati-hati aja sama dia."

"Kenapa?" tanyaku.

"Gapapa sih, cuman mau ingetin ohya, hati-hati juga sama adiknya," jawabnya.

"Adiknya?"

Freya mengangguk, "adik nya tuh arogan anjir, gue pernah dikatain cewek murahan, rakyat jelata, terus juga tuh dia pernah bilang kalau dia cuma naik mobil mewah dan dia gak pernah naik motor murahan kayak punya gue."

"Terus dia juga pernah ngatain kak Lin itu cewek gak tau malu hanya karena kak Lin lumayan dekat dengan Vannes bahkan dia pernah nampar kak Lin," tambahnya.

Astaga.. adiknya aja seperti itu, bagaimana dengan kakaknya nanti.

"Gak kebayang gue kalau ketemu sama adiknya," ucapku.

ArrangeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang