Duar!

323 44 2
                                        

Mengingatkan kembali bahwa ini hanya cerita fiksi hasil karangan saya sendiri, tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan nyata dari setiap tokoh yang ada dalam cerita.

Jadilah pembaca yang bijak !!
Selamat Membaca♡









Junkyu kebangun, dia haus dan untungnya masih ada air di dalam gelasnya.

Sembari duduk, Junkyu ngelirik Doyoung yang masih nyenyak. Dia senyum kecil, adeknya emang udah dewasa tapi agak sulit buat ngelepas dan ngebiarin Doyoung tahu pahitnya kehidupan.

Walaupun pada kenyataannya, Junkyu yakin kisah hidup Doyoung pasti gak mulus. Tapi dia tetep aja, gak mau bikin adeknya tambah susah dengan keadaan sekarang.

Malahan kalo bisa, Junkyu aja deh yang korbanin semuanya.

Baru juga mau balik rebahan, Junkyu keburu denger suara rintik yang makin kenceng.

"Hujan yah?" Junkyu ngeliat kearah jendela kamarnya yang cuma ditutup tirai tipis warna putih

Suara hujan juga makin deras, beberapa kali kilatan menyambar tapi gak ada suara gledek nya.

Junkyu ngeliat jam di layar ponselnya, ternyata baru jam setengah satu malam.

"Udalah, tidur lagi aja"

Dia rebahan lagi, terus meluk Doyoung yang lagi munggungin.

Junkyu belum bisa pules, soalnya suara rintik hujan tuh kayak dilempar ke atap rumahnya. Beneran kenceng banget, dan itu sangat menggangu.

Karena masih jauh ke pagi, akhirnya Junkyu maksain matanya buat tetap merem.

Sampe akhirnya mulai tenang, pikiran Junkyu juga udah siap buat nyenyak lagi tapi gak lama--

DUAR!

--suara guntur itu seolah menyambar tepat diatas atap rumah keluarga Kim, saking kenceng nya Doyoung langsung bangun.

Agak pusing, tapi dia bisa liat muka kaget kakaknya.

"Barusan apa yah kak? Kenceng banget suaranya"

"Petir kali"

"Junkyu! Doyoung!"

Denger panggilan papanya, mereka langsung turun dari kasur dan lari keluar kamar.

Ternyata semuanya kebangun, berarti kenceng banget suaranya.

"Kalian gakpapa?" Tanya mama Kim, mukanya masih keliatan pucet akibat kejadian kemarin malam

"Gakpapa ma, itu suara apa sih? Kenceng banget" Doyoung bersuara lebih dulu

"Papa gak tahu, tapi asalnya dari kamar Rowoon deh"

"Papa gak liat ada apa-apa?"

Denger pertanyaan itu, Junkyu langsung ngeliat Doyoung.

"Gak ada apa-apa, itu cuma petir pasti" seru Junkyu

Denger itu, Doyoung langsung diem. Dia gak mau memulai perdebatan, takutnya malah memanjang lagi.

HIGANBANA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang