Susah

316 50 1
                                        

Mengingatkan kembali bahwa ini hanya cerita fiksi hasil karangan saya sendiri, tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan nyata dari setiap tokoh yang ada dalam cerita.

Jadilah pembaca yang bijak !!
Selamat Membaca♡



Nyatanya ikhlas itu memang susah, bahkan sangat susah untuk Doyoung rasakan. Sudah tiga hari, tapi rasanya tetap sakit dan sesak.

Doyoung udah beberapa hari gak masuk, makanya sekarang dia mau nyoba nyibukin diri aja biar lupa.

Karena menurut nya, ikhlas terjadi kala ingatannya sudah lupa dengan apa yang di alami.

Tapi nyatanya tetap susah, Doyoung bahkan sering kedapatan melamun.

"Doy"

"Ya?" Kayaknya ini udah teguran ketiga deh dari temennya

"Makan dong, ngelamun terus"

Doyoung senyum kecut, "aku gak lapar, kalian lanjut aja yah"

"Eh, kemana?"

"Nyari angin"

Doyoung pergi gitu aja, dia jalan tanpa arah sampai tangannya di tarik seseorang.

Udah gak aneh sama orang ini, Doyoung cuma pasrah aja pas ditarik sampe masuk kedalam ruangan seniornya itu.

"Aku tahu kamu masih sedih, tapi aku cuma pengen kamu liat ini"

Doyoung natap komputer yang ditunjuk, terus natap si pemilik nya.

"Sini duduk" Yoshi narik kursi kerjanya, tapi Doyoung gak gerak, "kenapa?"

"Aku mager, liat di sini aja" jawab Doyoung

Walaupun bingung, akhirnya Yoshi yang duduk di kursinya terus mulai ngutak-ngatik komputer di depannya.

"Keliatan gak?" Doyoung ngegeleng, ya Yoshi maklum sih soalnya monitor komputer dia sengaja nyerong kearah nya

"Kalo gitu, kamu yang duduk aja"

Yoshi mundurin kursinya dan bersiap buat berdiri, tapi pergerakannya tertahan total.

Bahkan tubuh Yoshi menegang, sampai ngehela nafas pun kayak hati-hati banget.

"Katanya duduk kan?"

"I-iya sih, tapi maksudnya di kursi"

"Yaudalah, sama aja" jawab Doyoung santai sambil mulai natap layar komputer di depannya

Karena Yoshi belum juga gerak, jadinya Doyoung ngehela nafas.

"Kak"

"Hm?"

"Aku beneran lagi gak mood ngapa-ngapain, jadi mohon kerjasamanya yah" pinta Doyoung

Ngerasa gak bakal ada perubahan, akhirnya Yoshi harus menenangkan diri nya sendiri.

"Oke, aku izin dulu yah, takut kamunya risih"

HIGANBANA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang