#3

469 28 20
                                        

Lima belas menit yang lalu, Ali di panggil oleh ejen Dayang, ia di minta untuk segera menemuinya di ruang kerja, tanpa banyak bertanya Ali segera masuk ke dalam ruangan.

Di dalamnya ejen Dayang sedang sibuk memantau monitor yang menampilkan data-data gejet buatan MATA yang sedang dalam tahap ujicoba, ia memberanikan diri untuk melangkah lebih dekat.

"Oh Ali, jom ikut saya." ucap ejen Dayang seraya bangkit dari kursinya.

"Eih, bukan kat sini ke ejen Dayang?" tanya Ali bingung.

"Bukan, saya nak ajak kamu pegi tempat lain, kejab lagi latihan arena nak mula kan? Jom cepat!"

Ejen Dayang menuntun Ali menuju ruang yang tidak asing di mata Ali, ia memiringkan kepalanya saat ejen Dayang menekan tombol di gelangnya, perlahan sebuah kapsul berisi kan kostum tempur terbuka, Ali masih diam menunggu arahan dari ejen Dayang.

"Sekarang waktunya kamu mencoba gejet baru kamu," ucap ejen Dayang.

"Hah?! Betul ke ni ejen Dayang?" Ali sedikit meninggikan suaranya karena terkejut.

"Iye, saya nak semasa arena di mulakan nanti, kamu sudah sinkron dengan gejet baru kamu ni." jelas ejen Dayang.

"Cunn! Menang la aku kalau macam ni," gumam Ali senang.

Ejen Dayang membiarkan Ali menggunakan ruang latihan khusus sendirian sampai jam latihan di mulai, dengan semangat menggebu-gebu di dadanya, Ali menggunakan berbagai macam serangan yang ia bisa.

Momen debut pertama gejet baru telah tiba, Ali memasuki lapangan latihan lebih awal dari rekan se tim-nya atas izin ejen mentor.

Dari menit awal Ali memang sudah mengintai Alicia karena mereka berada di tim yang berbeda, ia berniat memamerkan gejet barunya pada gadis cuek itu.

Tapi siapa sangka jika Alicia dan Kim sedang bertarung sengit, Ali yang berdiri di balik pohon hanya bisa diam menyaksikan keduanya.

"Uissh, dia berdua ni memang dahsyat." takjub Ali.

Ditengah menonton nya, Ali mendapat panggilan dari Roza.

"Oy Ali, mana kau pegi ni?" tanya Roza, nafas nya terengah-engah seperti nya dia masih berada di pertarungan.

"Oh, aku ada kat capture points tim Sam." jawab Ali.

"Bagus, ada kau nampak Iman kat sana?" tanya Roza lagi.

"Ade, tapi Alicia dah tewaskan dia." jawab Ali seraya memandangi tubuh Iman yang terletak cukup jauh dari tempatnya sekarang.

"Hish, tunggu aku, kejab lagi aku pegi sana." pesan Roza.

"Tak perlu, kau pergi dapat kan capture points tim lain, biar aku yang ambil capture points ni." ucap Ali seraya mengarahkan telapak tangannya ke depan.

"Kau yakin?" tanya Roza.

"Iye, percaya kan pada ku." jawab Ali dengan tegas sambil menggenggam tangan nya.

Panggilan di putus oleh Ali, tepat setelah ia berhasil menembakkan gasing nya ke tengah-tengah pertarungan dua ejen wanita terhebat di akademi MATA.

"Cunn!!"

Seruan Ali membuat kedua wanita itu menoleh ke arah nya.

Alicia berdiri dan kembali bersiaga, "kau rupanya, macam mana kau buat tu?" tanyanya ketus.

"Rahasia," jawab Ali sambil bersidekap.

"Awak pun nak ambil capture points kami? Saya rasa sekarang masa tuk serius," ucap Kim sambil mengganti kembali gejetnya menjadi pedang.

REUNI (Enam)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang