#32

106 14 11
                                        

Robot teras di bawah kendali Dila masih bergerak dengan leluasa walaupun Ejen Dayang terus menembaki mereka, selagi inti robot belum hancur Dila masih bisa mengontrol mereka. Apalagi robot tidak berhenti berdatangan, Dila jadi tidak takut kehabisan boneka.

"Eh?! Apa kau buat tu?!" kaget Dila.

"Kau tengok lah sendiri, hiyahh!" Thomas mengangkat salah satu boneka Dila dan melemparkannya.

Ejen Dayang masih bersikap santai karena perisainya aktif, tapi Afi mengusik ketenangannya. Gasing Afi kembali melingkari Ejen Dayang dan membuat perisai menghilang.

Robot-robot yang di lemparkan Thomas mengarah langsung pada ketua Teras, tapi sebelum robot menyentuh, Ejen Dayang lebih dulu menembakkan energi dari ball drone.

"What?! Cis. Oy, ambil lagi robot tu!" titah Thomas pada Dila.

"Huh? Kau dah gunakan boneka ku tak minta maaf pulak. Kalau nak lempar guna robot lain, susah tau kendalikan banyak boneka sekaligus." omel Dila seraya memainkan jarinya.

"Robot yang dikendalikan mudah digunakan sebagai senjata, jadi jangan banyak alasan dan biarkan aku lemparkan semuanya!" balas Thomas yang tanpa persetujuan Dila melontarkan cambuk untuk melilit robot KOMBAT yang Dila kendalikan.

Ejen Dayang hanya bisa menembaki bangkai robot yang berterbangan ke arahnya, gejet Yulia masih terus meledak di dekat Ejen Dayang membuat pergerakan ketua Teras jadi terbatas. Kim menatap Aleks meminta bantuan yang langsung dikabulkan.

"Kim, jump!" teriak Aleks, postur tubuhnya sedikit rendah tangannya saling tindih dan berada di bawah.

Kim mengambil ancang-ancang lari, kakinya di injakkan pada telapak tangan Aleks, setelahnya Aleks mengangkat tangannya setinggi mungkin memberikan dorong yang membantu Kim melompat lebih tinggi untuk mencapai Ejen Dayang, tapi sayangnya...

"What?!" Kim menggenggam gejetnya semakin kuat karena marah.

"Cis, dah lewat 5 menit!" saru Afi.

Pedang Kim menancap sempurna di pelindung Ejen Dayang yang telah aktif kembali, sekarang posisi Kim benar-benar berbahaya. Bergantung di tempat yang tinggi, membuat Kim tidak berani melepaskan gejetnya.

"Macam mana sekarang?" jari telunjuk Ejen Dayang menyentuh ujung gejet Kim yang berhasil menembus perisainya.

"Sedikit lagi kamu berjaya tewaskan saya, mungkin ini terlalu cepat bagi kalian semua untuk memenangkan pertarungan ni." lanjutnya.

Melihat Kim yang bergelayut, Rika berniat menolong tapi ball drone terus menembaki dan menjauhkan Rika. Dila mengontrol robot NEURO yang juga bisa terbang jadi mereka masih memiliki kesempatan untuk menolong, tentu Ejen Dayang tidak akan membiarkan semudah itu.

"Huh? Apa, kendali ku terlepas!?" Dila merasakan nilon yang terhubung dengan robot teras itu terputus di sebabkan oleh ball drone ketua Teras.

"Gawat, tangan Kim mulai tergelincir dari gejetnya!" Yulia membantu dengan menjauhkan ball drone yang berniat menembak jatuh Kim.

"Masih belum menyerah Kim?" Ejen Dayang tersenyum melihat beberapa Ejen yang menyerang ball drone.

Kim hanya diam, tapi tangannya bergerak mendorong ujung pedang, Ejen Dayang terkejut karena pergerakan tiba-tiba dari Kim, tapi tetap saja pedang Kim masih jauh dari tempat Ejen Dayang berdiri.

Kening Ejen Dayang mengernyit bingung saat Kim mengubah pedangnya menjadi bentuk pertama yaitu gitar, ia juga mengencangkan volume gitar tersebut.

"Habistu? Macam mana cara kau mainkan gejet ni?" Ejen Dayang diam-diam memuji kerja keras Kim.

REUNI (Enam)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang