Tubuh terasa sakit setiap kali Mika memaksakan bergerak, tapi jika ia terus duduk hanya karena beberapa serangan, bukankah tandanya dia terlalu lemah dan manja. Rekannya akan dimusnahkan oleh Ejen Ganz selagi ia beristirahat seperti ini.
"Cih, nampaknya bahu aku terkilir." gumam Mika sambil terus memaksa berdiri seraya berpegang pada pohon.
Mereka sudah melalui banyak kejadian selama beberapa Minggu belakangan, hal sekecil ini tidak mungkin membuat Mika menyerah.
"Mana kau nak pergi dengan tubuh lemah macam tu?" suara berat terdengar dari belakang Mika.
"Huh? Kau.. Raider kan?" Mika cukup terkejut saat membalik badannya.
"Hmm, kalau dah tau kenapa masih tanya." balas Raider ketus.
"Sorry, aku terkejut sebab kau guna suara lembut cakap ngan aku." jawab Mika berterus terang tanpa takut.
"Oh, kau nak aku kasar ke?" kali ini Raider tersenyum tipis sambil mendekatkan tubuhnya pada Mika.
"Eh?" Mika terkesiap merasakan telapak tangan menyentuh pipinya.
"Hmm, patut Aron obsessed dengan kau." bisik Raider, kedua telapak tangannya makin menekan pipi Mika.
Mika ingin protes tapi ia terdiam saat penglihatannya menjadi gelap, punggungnya juga serasa menyentuh seseorang, belum lagi hembusan napas yang terdengar berat dari arah kiri.
"Apa kau buat ni?" tanya pria dengan suara rendah menahan marah.
"Cih, kau sendiri?" balas Raider tak mau kalah.
"Chris, aku tak pe. Kita bercakap je tadi. Kenapa kau datang tiba-tiba tutup mata aku ni?" protes Mika menghentikan perseteruan keduanya.
Satu tangan Raider di rasa telah melepaskan pipi Mika baru diiringi dengan Chris yang ikut menjauhkan tangannya, dan membuat Mika bisa melihat kembali. Tapi rupanya kedua pria itu belum juga menjaga jaraknya.
"E-eh. Menjauh dari aku sekarang!" titah Mika dengan suara bergetar.
Raider tersenyum jahil sambil mendekatkan wajahnya pada Mika, tentu Chris tak tinggal diam dan langsung menahan bahu Raider, tangannya juga tidak melepaskan rangkulannya pada leher Mika.
"Oy, kau dengar Mika cakap apa kan?!" nada Chris membentak.
"Dengar, tapi aku rasa kata tu juga di tujukan pada awak. Kan?" Raider menoel pelan hidung mancung Mika.
Chris menarik pelan Mika, membuat tubuh mereka semakin menempel. Raider yang melihat nampak kesal tapi berakhir pergi tanpa bicara. Setelah punggung Raider tidak terlihat lagi barulah Chris melepaskan Mika.
"Apa hal ngan budak tu." emosi masih menguasai Chris hingga tidak sadar dengan perubahan ekspresi Mika.
"Kau tak pe Mika?" tanya dia lembut.
"Ishh, aku dah cakap tak pe kan! Kenapa masih peluk!!" Mika yang marah dan malu tanpa perasaan meninju perut Chris cukup kuat.
Tentu serangan tiba-tiba itu tidak bisa dihindari dan berakhir dengan Chris yang jatuh meringkuk memegangi perutnya, Mika berlalu pergi meninggalkan Chris sendirian sampai akhirnya ada yang menemukan tubuh meringkuk lelaki pirang itu.
"Kenapa dengan kau ni Chris?" tanya Ali khawatir.
"Tak pe, eh Ali?. Kau tak bantu serang ketua Teras ke?" kaget Chris.
"Alicia suruh aku cari kau, rencana ni butuhkan bantuan Ejen KOMBAT agar berhasil." jawab Ali seraya membantu Chris untuk berdiri.
"Sebetulnya lagi bagus kalau ada Eric tapi budak tu pengsan dan tak bangun-bangun jadi robot perawatan bawa dia keluar Arena." lanjut Ali.
KAMU SEDANG MEMBACA
REUNI (Enam)
Fanfiction~ini lanjutan cerita ~Black Code ~ Apa nak kita buat hari ni?" tanya Ali antusias karena sudah lama mereka di liburkan dari misi. "Aku tak tau," jawab Alicia. "Kau dah sehat betul-betul ke ni?" Ali memandang khawatir Alicia. "Mestilah, lama masa raw...
