#25

163 17 19
                                        

Area perumahan Chris terkenal tenang tanpa gangguan dari para tetangga karena mayoritas semua penghuni disana pekerja kantoran yang jarang berada dirumah, orang tua Chris salah satunya. Memang ada beberapa rumah yang masih beraktivitas normal tapi tanpa menimbulkan kebisingan, yang kali ini sedikit berbeda dari hari biasanya.

"What the... Bunyi apa tu tadi?!" kaget Jet, sambil terus memandangi rumah bercat kuning di sebelah rumah Chris.

"Just ignore that, family tu baru pindah kat situ Minggu lepas." terang Chris sambil menepuk bahu Jet.

"Ok, jadi kau ada jiran sekarang." Jet berjalan menyusul Chris yang sudah berada di depan pintu rumahnya.

"Yee, tapi tak pernah saling sapa." jawab Chris sambil mempersilahkan sahabatnya masuk lebih dulu.

"Kau lah yang sapa dulu," goda Jet.

"Mengarut. Malam ni kita order makanan macam biasa, mommy larang aku masak sendiri takut rumah terbakar." terang Chris sambil menaiki anak tangga menuju kamar.

"Aku ikut cakap kau je, weh kat mana aku tidur malam ni?" Jet sedikit berlari kecil menyusul sahabatnya.

"Bilik biasa, kenapa masih tanya." kesal Chris.

"Ck ck ck, dingin betul. Aku akan tidur dengan kau malam ni. Tapi kau tidur bawa, ok! Katil biar aku yang pakai." Jet berlari masuk ke kamar Chris dan menutupnya sebelum sahabatnya itu sempat memprotes.

Chris yang masih berdiri di depan kamar hanya bisa menghela napas panjang, ia sudah biasa meladeni sikap kekanakan Jet. Chris berbalik dan menuju dapur karena ingin menunggu pesanannya sambil membuat minuman serta cemilan.

"Hmm, apa yang aku buat 3 hari ni ye? Selagi Jet masih bermalam aku tak mungkin bisa latihan." berbicara sendiri sambil terus mengaduk susu hangat yang baru dia buat.

Suara bel terdengar sebanyak 4 kali, Chris segera meletakan gelas dan berjalan menuju pintu yang rupanya sudah ada Jet berdiri menghadap sang pengantar makanan, ia juga langsung membayarnya tanpa persetujuan Chris karena mereka sudah seperti keluarga sendiri. Tapi ada yang aneh, kenapa ada banyak?

"Yo ma man! Kenapa kau pesan banyak ni?" kaget Jet ketika berbalik dan berhadapan dengan Chris.

"Hmm, kau jangan nak tipu aku. Sapa yang kau panggil, hah?" balas Chris seraya mengangkat ponselnya.

"Err, Rudy je. Heheh.." Jet berjalan canggung melewati Chris untuk duduk di ruang tamu dan menata makanan sedemikian rupa.

"Ck, ni yang aku tak suka dari engkau." Chris berlalu naik menuju kamar tanpa melirik sahabatnya.

Jet berusaha menjelaskan tapi sahabatnya tidak mau mendengar satu katapun yang keluar dari mulutnya, selama menunggu Rudy datang Jet hanya duduk sendiri di ruang keluarga tanpa di temani Chris.

"Kenapa aura rumah ni macam pekat. Kau mesti buat Chris marah." semprot Rudy seketika masuk ke dalam.

"Macam mana ni, dia tak nak dengar cakap aku." panik Jet sambil menarik pelan lengan baju Rudy.

"Mana aku tau, aku datang pun sebab kau yang ajak, kan." sahut Rudy acuh.

"Temankan aku pujuk dia, jom!" ajak Jet sambil menarik lengan Rudy.

"Cis, pergi lah sendiri!" tolak Rudy.

Dan terjadilah pertengkaran yang berlangsung sangat singkat karena seketika berhenti saat mendengar suara yang menegur mereka.

"Yo guys! Kenapa kelahi tengah pintu ni?!" pria itu juga tertawa pelan.

"Khai! Kau datang ngan sapa?" kaget Jet sambil melepaskan cengkramannya dari kerah baju Rudy.

REUNI (Enam)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang