#21

269 22 32
                                        

Kericuhan di sekitar capture point membuat Aleks kebingungan, yang awalnya dia menahan Danny dan juga Athillah, ia beralih menghadang Ejen yang berniat menyerang Kim.

Kim sendiri sebenarnya tidak begitu khawatir saat Ejen cabang lain tengah mengepungnya karena kekuatan mereka tidaklah sebanding dengannya dan juga para penjahat yang beberapa Minggu yang lalu ia hadapi bersama rekan-rekannya.

"Aleks, mana Sam?" tanya Kim seraya memainkan not gejetnya.

"Aleks tak tau", jawab Aleks sambil menangkis pisau lipat Fadil.

"Lama gak ketemu semakin kuat ya Lo". puji Fadil, ia melompat mundur.

"Sebab Aleks harus jadi kuat, tuk lindungi Kim". jawab Aleks tegas.

"Eh?!" Kim terhenti sejenak saat mendengarnya.

Fadil yang melihat reaksi wanita berteras TEKNO itu tersenyum jahil.

"Dia pacar kamu?" tanyanya.

"Hmm, bukan macam tu. Walaupun bukan girlfriend, Aleks akan tetap lindungi Kim, sebab selama ni Kim dah banyak menahan kesedihan dan masalah seorang diri". jawab Aleks.

Fadil terdiam mendengar jawaban Aleks yang di luar ekspektasinya, yang awalnya ingin melihat Aleks memerah karena malu sekarang malah jadi dia yang malu sendiri.

"Ck, jawabannya kok gentle gitu sih". kesal Fadil seraya melontarkan pisau.

Aleks hanya tersenyum sambil meninju pisau lipat Fadil, dia mengikis jarak dan mulai melakukan serangkaian serangan untuk menumbangkan Fadil, selagi 3 orang anggotanya sibuk meladeni Kim.

"Kamu siapanya Sam?" pernyataan mengejutkan itu terlontar dari Sela.

"Huh?!" kening Kim mengernyit bingung, bahkan gerakan jarinya di atas keyboard juga terhenti.

"Woy, kok lu jadi nanya hal gak penting gitu". tegur Sandy yang langsung menyerang Kim saat dia kebingungan.

"Lo gak beneran suka sama Sam kan?" tanya Erna sambil mengetuk-ngetuk kan suling nya ke kepala.

"Gue cuma mau mastiin mereka gak ada hubungan apa-apa". sahut Sela.

"Hubungannya apa?" tanya Erna lagi.

Sela terdiam kehabisan kata-kata, Erna berdecak kesal meladeni temannya yang sedang di butakan cinta sepihak itu, mengabaikan Sela yang berkecamuk dengan pikirannya, Erna mulai melantunkan lagu.

"Argh! Telinga Aleks sakit!" jerit kesakitan Aleks mengejutkan Kim.

"Tahan kejap, Aleks". bujuk Kim.

Melodi itu juga memekakkan telinga Kim, tapi ia masih bisa menahannya.

"Serangan nada kau ni, tak se-sakit pelatihan ku selama di rumah terkutuk tu". ucap Kim seraya memainkan gejetnya.

Gelombang suara dari dua alat musik beradu yang membuatnya senyap menyatu dengan angin, Erna semakin kesal di buat Kim.

"Sela, mau sampai kapan Lo nonton?" bentak Sandy yang mulai habis kesabaran melihat tingkah Sela.

"Fadil, Lo bisa buang gejetnya tuh cewek gak? repot kalo gelombang suara gejet gue beradu sama gejet dia". ucap Erna dengan suara pelan.

"Biar gw coba", balas Fadil.

Fadil bergerak menyelinap ke belakang Kim berniat menyerang, sayangnya Kim berbalik dan menahan serangan diam-diam Fadil.

"Awak nak serang saye? Kenapa lambat sangat". ucap Kim sambil tersenyum manis yang anehnya bukannya kesal Fadil justru tersipu.

"Fadil!" teriakan Sela menyadarkan Fadil dari perasaan berbunga.

REUNI (Enam)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang