Kerja sama Yulia, Erna, dan Fajar berhasil membuat ketua Teras sedikit menjaga jarak dengan mereka. Tapi kepuasan mereka hanya berlaku sementara tepat setelah Ejen Dayang kembali mengarahkan ball drone pada Aleks yang keberadaannya masih tertutupi debu efek dari ledakan serangan sebelumnya.
"Sial, gw lupa cowok itu masih disana." sesal Yulia saat melihat rentetan tembakan Ejen Dayang.
Kim nampaknya sempat pingsan, dilihat dari pergerakannya yang kesulitan berjalan ke arah Aleks. Kim memaksakan dirinya untuk berlari dan setelah mencapai titik yang diinginkan, ia memainkan melody gejetnya membuat gelombang suara untuk menjatuhkan ball drone.
"Macam ni Ejen TEKNO yang patut di banggakan!" puji Ejen Dayang.
Yang mendapat pujian tidak perduli dan hanya terus berlari ke arah temannya tanpa memperdulikan bagian punggung yang terbuka menjadikannya target tembak sempurna. Benar saja, Ejen Dayang kembali melepaskan tembakan.
Kim terkejut merasa tubuhnya terangkat dan sedetik kemudian ia beradu pandang dengan Zass yang tersenyum padanya, Kim melihat tempat awal dia berdiri yang sudah berlubang akibat gejet Ejen Dayang.
"Terimakasih Zass." ucap Kim.
"Kau ok?" tanya Zass khawatir, dia tidak menyangka sekelas Kim akan melakukan kesalahan dalam Arena.
"Ya. Huh?! Aleks!!" Kim mengabaikan uluran tangan Zass yang ingin membantunya berjalan.
Gadis itu mencari keberadaan Aleks dengan panik, Zass mengikuti dari belakang untuk melindungi Kim dari serangan Ejen Dayang maupun robot teras. Kim terus memanggil nama Aleks dengan frustasi bahkan air matanya perlahan membasahi pipi.
"Kim, Aleks takpe. Jangan menangis." Aleks berjalan perlahan keluar dari gumpalan asap bercampur debu.
"Aleks!" Kim berlari memeluk Aleks.
Pelukannya tidak lama karena Kim merasakan sesuatu yang lengket dan langsung melepaskan Aleks.
"Eeww~ apa ni!?" Kim berusaha membersihkan benda lengket yang menempel di tangan dan wajahnya.
Aleks juga terlihat kebingungan tapi dia tak bisa berbuat apa-apa karena benda bening itu menyelimutinya, lalu Widya mendekati mereka dan tanpa basa-basi langsung menyentuh bahu Aleks, secara ajaib benda bening itu bergerak menuju tangan Widya dan menggumpal berbentuk slime.
"Syukur deh, pelindungnya bekerja dengan baik. Lo gak cedera parah kan?" tanya Widya memastikan.
"Tak, Aleks tak rasa sakit berlebih." jawab Aleks sambil mengepalkan tangan dengan gerakan berulang.
"Syabas! Widya mendapat markah tambahan. Kamu pun, Kim. Saya akan bagi markah atas kemampuan mu." Ejen Dayang masih dengan pelindung yang aktif bergerak rendah untuk mengontrol ball drone yang jatuh.
Serangan Kim tidak sepenuhnya merusak jadi ball drone masih bisa di gunakan seperti biasa. Melihat Ejen Dayang yang bersiap menyerang, Kim mengubah gejetnya menjadi pedang.
"Saya tak butuh poin, Ejen Dayang harus minta maaf pada Aleks selepas ni!" Kim berlari dan melompat agar serangannya menggapai Ejen Dayang.
Sayatan pedangnya hanya menggores kecil pelindung, Ejen Dayang kembali bergerak naik menghindari serangan jarak dekat sambil menahan semua tembakan dari Ejen muda NEURO.
"Serangan ku tak boleh tembus pelindung tu!" seru Roza, setelah menyerang Ejen Dayang ia beralih pada robot teras yang menantangnya.
"Kalau satukan serangan, mungkin ada kesempatan untuk hancur." Rika yang bisa mengimbangi Ejen Dayang di udara tidak berhenti menembak.
KAMU SEDANG MEMBACA
REUNI (Enam)
Fanfiction~ini lanjutan cerita ~Black Code ~ Apa nak kita buat hari ni?" tanya Ali antusias karena sudah lama mereka di liburkan dari misi. "Aku tak tau," jawab Alicia. "Kau dah sehat betul-betul ke ni?" Ali memandang khawatir Alicia. "Mestilah, lama masa raw...
