#28

162 19 19
                                        

Setiap Ejen muda telah mendapatkan izin dari sekolah masing-masing dengan berbagai alasan yang masuk akal, jadi sekarang mereka hanya harus fokus pada arena dan memenangkannya, entah dalam katagori per-orang atau akademi.

"Ali, Alicia! Sini-sini, apa korang buat selama cuti?" tanya Kim antusias.

"Hibur adek die," jawab Alicia seraya menunjuk Ali menggunakan ibu jari.

Ali yang berdiri di belakang sedikit mempercepat langkahnya agar berjalan sejajar dengan Alicia.

"Kau ada adek?!" kaget Moon.

"Ho'oh, aku belum cerite keh?" sahut Ali dengan senyum lebar di wajahnya.

Beberapa Ejen muda yang tertarik dan penasaran dengan adik Ali ikut bergabung mendengarkan ceritanya, hingga tidak sadar jika Ejen muda dari cabang lain sudah datang bersamaan dengan para mentor.

"Semuanya, sebelum di mulakan. Ketua Teras ada arahan, jadi korang dengar baik-baik." jendral Rama melangkah mundur mempersilahkan Ejen Ganz untuk berbicara.

"Karena berkurangnya tim yang sertai arena, kita akan menambah tim baru. Sebelum itu korang mesti penasaran kenapa kami biarkan Aron di luar tahanan. Itu karena para mentor menyetujuinya, jangan ada protes!."

Perkataan Ejen Ganz membuat beberapa Ejen muda kecewa, tapi mereka tidak berani membantah. Selama Aron tidak mengikuti arena mereka sudah cukup puas. Pengumuman tentang ada nya tim tambahan membuat mereka penasaran, nyatanya MATA sudah tidak memiliki Ejen muda lagi.

"Mula-mula, perkenalkan tim yang saya latih mandiri." Ejen Ganz mengangkat tangannya ke depan.

Gerakannya seperti sedang menunjuk yang membuat semua Ejen muda menoleh ke belakang, betapa terkejutnya mereka saat melihat 4 orang wanita berjalan menuju Ejen Ganz untuk melakukan perkenalan.

"Mereka berada di bawah pengawasan saya, jadi jika nanti mereka menang. Tingkatkan mereka setara dengan para Ejen senior." penjelasan lanjut itu semakin mengejutkan Ejen muda.

"Afifah," Ali bergumam dan di dengar oleh teman yang sebaris dengannya.

Ali menatap Ejen Bakar yang juga memandangnya, beliau tersenyum dan mengheja kata nanti yang langsung membuat Ali paham. Semua Ejen masih diam mendengarkan apa saja yang akan mereka lakukan saat Arena. Sedangkan, untuk 8 orang yang tidak ikut dalam arena di izinkan menonton bersama.

Sebelum benar-benar di mulai, Ejen senior ingin mereka bersantai terlebih dahulu dan mempererat hubungan antar Ejen, karena nanti ada kalanya mereka menjalankan misi mengganti Ejen senior.

"Ali!" panggilan itu mengejutkan semua Ejen yang tengah pemanasan.

"Kau.. Ejen juga?! Sejak bile?!" Ali menggoyang-goyangkan bahu Afi.

"Adoy~ pening pala ku. Berhenti Ali! biar aku ceritakan dari awal." Afi menjauhkan tangan Ali, dan cerita panjangpun di mulai.

Tidak hanya Ali dan Afifah, nampaknya 3 orang yang bersama Afifah juga memiliki kenalan di MATA. Kehadiran tim baru di sambut baik bagi beberapa Ejen wanita tapi tidak dengan Jet yang terlihat bersembunyi di balik tubuh besar Aleks saat Ejen baru itu berjalan mendekati mereka.

"Jet, kenapa?" tegur Aleks.

"Sstt, diam kejap! Nanti dia tengok aku." bisik Jet sambil mengikuti semua pergerakan Aleks agar persembunyian dia sempurna.

"Roza?" tebak Aleks, tanpa sedikitpun rasa iba, dirinya terus bergerak.

"Bukan,yang terpenting. Kalau dia te nampak aku, hancurlah kehidupan Ejen ku nanti." masih dengan sabar mengikuti langkah temannya.

REUNI (Enam)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang