41

2K 148 1
                                        

Kini mereka semua sudah kembali ke Seoul untuk melakukan aktifitasnya masingmasing, Lisa baru saja keluar dari mobilnya untuk mengajak calon istrinya makan siang. Tetapi ia melihat dari jauh Kai baru saja keluar dari ruang rapat Jennie begitupun juga Jennie. Lalu terlihat Kai berbincang sebentar sambil mengusap rambut Jennie membuat Lisa mengepalkan tangannya. Bahkan Jennie pun terkejut atas perlakuan mantan kekasihnya itu.

"Tolong jangan bersikap seperti itu Kai"ucap Jennie datar sedangkan Kai hanya terkekeh

"Arraseo, maafkan aku. Yasudah aku pamit dulu nee, jangan lupa kabari aku secepatnya Jennie"lalu Kai pun pergi dari hadapan Jennie dan tatapannya bertemu dengan Lisa

Kai hanya menyeringai lalu memasuki mobilnya yang sudah menunggu didepan lobby. Lisapun mendekati calon istrinya dan langsung membersihkan kepala Jennie yang diusap Kai tadi.

"Mwo? Apakah ada kotoran hon?"tanya Jennie sambil mendongakan kepalanya untuk melihat wajah Lisa yang datar

"Hm, tangan sialan itu mengotori rambut calon istriku"ucap Lisa dingin sambil merapihkan rambut Jennie. Jennie terkekeh melihat Lisa cemburu lalu menangkup wajah kekasihnya

"Kiyowoo... pacar ku ini sangat menggemaskan jika sedang cemburu"ucap Jennie sambil mencium pipi Lisa tanpa memperdulikan karyawannya yang melihat kemesraan kedua bos perusahaan

"Aku serius Jennie Kim"ucap Lisa geram mendengar nada bicara Lisa semakin membuat Jennie tertawa karena kegemasan kekasihnya

Lisa yang kesal langsung menggendong Jennie "Yakkk!!!Jangkung turunkan aku!"pekik Jennie sambil memukul punggung Lisa

Sedangkan Lisa hanya diam lalu security Jennie langsung membukakan pintu mobil untuk Lisa dan Lisa langsung meletakan Jennie perlahan disana.

"Jangan nakal"ucap Lisa datar lalu menutup pintu mobilnya dan beralih kekursi kemudi

"Aww mereka sangatt lucuu"

"Iya bahkan Miss Manoban semakin menawan"

"Yakk! Apa kau ingin dipecat oleh Miss Kim?!"

"Aniya... aku masih butuhh uangg"

Begitu lah kirakira perbincangan para karyawan Jennie, sedangkan Jennie dimobil memajukan bibirnya sambil menyilangkan tangannya didada. Lisa menatap Jennie yang belum menggunakan seatbelt nya ia pun menarik dan memasangkannya untuk Jennie lalu menatap wajah gadisnya.

"Bukankah seharusnya aku yang marah?"tanya Lisa datar Jennie langsung menyipitkan matanya dan menatap Lisa tajam

"Yakk! Kau menggendong ku dikantor Lisa!"kesal Jennie

"Wae? Memang kenapa mereka juga sudah tahu kan bahwa aku calon istrimu? Atau kau lebih memilih diusap kepalanya dengan pria modus itu dari pada bersama ku?"tanya Lisa lalu mulai melajukan mobilnya

"Pinggirkan dulu mobilmu Manoban"ucap Jennie datar lalu Lisa pun meminggirkan mobilnya ia menghela nafasnya lalu menangkup wajah Lisa

"Dengar ya Lalisa Bruschweiler Manoban, aku lebih suka diperlakukan seperti itu oleh mu. Aku bahkan terkejut dengan tindakan Kai yang tibatiba."jelas Jennie lembut karena ia tak ingin semakin membuat Lisa kesal

"Hum, lalu apa yang kalian bicarakan?"tanya Lisa sambil menatap Jennie dalam

"Ia hanya mengajak ku ke proyek yang sedang dibangun. Ia mengatakan jika KCG investor terbesarnya maka dari itu ia mengundang kita untuk melihat proyeknya"sahut Jennie sambil mengusap pipi Lisa

"Apa kau mengatakan Iya?"tanya Lisa lagi

"Aku tidak menjawabnya, mungkin aku akan menyuruh Ahyeon yang memantau disana"sahut Jennie yang membuat Lisa menganggukan kepalanya

Hate Or Love (JENLISA)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang