53

2.8K 165 12
                                        

Saat ini Jennie memutuskan untuk menginap diapartemen milik kekasihnya, karena hari pernikahan mereka tinggal menghitung hari. Bahkan malam ini malam terakhir mereka bertemu sampai hari dimana pernikahan berlangsung maka dari itu ia ingin malam ini tidur bersama Lisa, entah semakin ia jatuh kedalam pelukan Lisa ia semakin ingin terus berada disisi kekasihnya. Dan saat dimana hari itu tiba mereka akan berjanji dihadapan Tuhan dan para saksi untuk selalu hidup bersama, dan ia tidak akan lagi merasa badmood ketika Lisa harus pulang keapartemennya lagi setelah mengantarnya pulang. Karena setelah menikah nanti mereka akan tinggal bersama, ia seketika tersenyum membayangkan bagaimana hari-harinya selalu bersama Lisa dan menyiapkan sarapan untuk kekasihnya setiap hari dan yang lebih menghangatkan hatinya bagaimana nantinya ia dan Lisa dikaruniai seorang anak. Sampai ia tidak sadar jika Lisa sudah selesai mandi, Lisa melihat jika Jennie sedang melamun dimeja rias.

"Apa yang kau pikirkan Babyy?"tanya Lisa sambil memeluk Jennie yang sedang melamun didepan meja rias.

"Eoh? Honey? kau sudah selesai?"tanya Jennie lalu Lisa hanya menganggukkan kepalanya.

"Kau belum menjawab pertanyaan ku sayang, kau sedang memikirkan apa sampai tersenyum begitu hm?"tanya Lisa sambil mencium gemas pipi kekasihnya.

"Tidak Honey, aku hanya tidak menyangka jika hari bahagia kita tinggal menghitung hari"sahut Jennie lembut

"Aku pun tidak menyangka akan jatuh cinta pada gadis pendek ku ini"ucap Lisa sambil mencubit pipi Jennie

"Yakk!! aku tidak pendek!"geram Jennie sambil melepaskan pelukan Lisa

"Hahaha baiklah baiklah kau tidak pendek, hanya sedikit kurang tinggi mungkin"gumam Lisa pelan diakhir katanya. Jennie yang geram langsung menarik telinga Lisa membuat Lisa meringis.

"Yakk!! Babyy aku bercanda, aww lepaskan sayang apa kau ingin telinga ku putus eoh?"ringisnya lalu Jennie melepaskannya dan menginjak kaki Lisa membuat sang empu nya meringis kembali

"Babyy kau KDRT"lirihnya yang sangat dramatis

"Aku akan memotong jarimu jika kau masih bilang aku pendek dan kurang tinggi"ucap nya sambil menyilangkan tangannya, Lisa yang gemas pada Jennie langsung menggendong Jennie membuat kekasihnya itu berteriak karena Lisa juga memutar-mutarkan tubuhnya.

Mereka tertawa bersama lalu Lisa meletakkan Jennie secara perlahan diranjang miliknya sambil mencium lembut kening Jennie "Aku akan memakai baju dulu"ucap Lisa

"Nanti juga naked Hon"sahut Jennie membuat Lisa tersenyum penuh arti

"Yakk!! dasar byuntae!!!"ucap Jennie sambil menutup wajahnya dengan bantal sedangkan Lisa hanya tertawa melihat kekasihnya yang malu-malu meong

Lalu setelah Lisa memakai pakaiannya ia pun ikut berbaring disamping kekasihnya lalu Jennie langsung masuk kedalam pelukan Lisa, dengan senang hati Lisa memeluk calon istrinya itu "Umm Honey?"ucapnya sambil membuat lingkaran kecil pada dada Lisa dengan jemari kecilnya

"Iya Babyy?"tanya Lisa sesekali mencium pucuk kepala Jennie

"Jika sudah menikah nanti kita akan tinggal dimana?"tanya Jennie lalu Lisa sedikit berpikir

"Apa kau ingin tinggal disini? atau diapartemen mu saja?"tanya Lisa balik lalu Jennie melepaskan pelukannya agar bisa menatap gadis jangkungnya

"Umm boleh, nanti aku akan menyewakan apartemen ku lumayan bukan untuk tambahan kita?"ucap Jennie, Lisa sedikit terkekeh karena jiwa bisnis calon istrinya.

"Ah iya Baby, aku ingin memberitahu sesuatu padamu."ucap Lisa lalu Jennie pun langsung menatap Lisa penuh tanda tanya

"Sebenarnya aku bukan anak tunggal" mendengar ucapan Lisa reflek Jennie pun langsung terduduk

Hate Or Love (JENLISA)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang