Lalu Jennie pun membuatkan teh hangat lebih dulu untuk Lisa setelah itu ia memberikannya pada Lisa sambil membawa obatobatan untuk mengobati bibir Lisa yang berdarah bahkan darah itu sudah mengering. Dan juga dengan lebam diujung matanya, ia pun mengompres luka lebam lebih dulu membuat Lisa sedikit meringis.
"Aww" Jennie menghela nafasnya mendengar Lisa meringis terus menerus
"Tadi saat kau dipukul kau tidak meringis. Mengapa sekarang kau sangat lemah?"tanya Jennie kesal, mendengar Jennie yang kesal ia hanya diam tak ingin berbicara apapun.
"Minumlah dulu, aku akan mengganti pakaian dulu"ucap Jennie
"Tidak, aku harus pulang"sahut Lisa datar lalu ketika berdiri Jennie menariknya kembali untuk duduk sambil menatap Lisa tajam
"Lihatlah jam itu! Bisa saja preman itu mengincar mu, jangan konyol Lisa tetap disini. Aku akan menyiapkan baju untuk mu setelah itu bersihkan tubuhmu. Jangan cobacoba kabur"ucap Jennie kesal lalu ia membereskan kotak P3K miliknya lalu memutuskan untuk membersihkan tubuhnya
Lisa merasa senang bisa dekat dengan mantan calon istrinya itu ia juga merindukan Jennie tetapi satu sisi ia mengingat bagaimana bajingan itu mengambil Jennie darinya. Bahkan dengan mudahnya wanitanya berpaling padanya dan itu membuat hatinya sakit ia menghela nafasnya lalu menyandarkan kepalanya disofa sambil memejamkan matanya.
Setelah beberapa menit Jennie telah selesai dengan rutinitasnya ia pun segera kebawah untuk menemui Lisa. Terlihat Lisa yang sedang memejamkan matanya, ia mendekati Lisa dan menatapnya penuh rindu.
"Aku merindukan mu, mengapa kau selingkuh Lisa?"batinnya
Lalu ia tersadar dari lamunannya lalu membangunkan mantannya perlahan "Lisa bangunn ayo ganti dulu pakaian mu"ucap Jennie, tetapi sepertinya Lisa sedang asik dengan mimpinya
"Lisaa" Jennie pun menggoyangkan tangan Lisa agar mantannya itu terbangun
"Iyaa 5 menit lagi babyy"gumamnya tanpa sadar Jennie yang mendengar ucapan lembut Lisa hatinya mendadak berbunga bunga kembali. Tetapi seakan ingat semuanya sudah berbeda
Jennie menatap Lisa dengan tangan yang masih berada ditangan Lisa, sampai saat dimana Lisa membuka mata tatapan mereka bertemu. Keduanya merasakan jantungnya yang seakan meronta meminta keluar dari tempatnya, Lisa mengusap lembut tangan Jennie dengan ibu jarinya seakan membawa Jennie kembali kedalam pelukannya. Seakan keduanya sedang melepas rindu lewat tatapan, lalu tanpa sadar Lisa mendekatkan wajahnya.
Jennie menahan nafasnya sejenak, aroma dari mantannya masih sangat memabukan. Jennie masih menatap mata Lisa sedangkan Lisa sudah mengalihkan tatapannya kebibir milik Jennie. Jennie melihat Lisa yang semakin hari semakin menawan walaupun ia lihat ada lingkaran hitam dimata Lisa menandakan bahwa mantannya tidak tidur dengan baik. Bahkan dengan luka lebam diujung mata dan ujung bibir Lisa semakin membuat Lisa terlihat sexy dimata Jennie.
Entahh sejak kapan Lisa mengusap pipi Jennie dengan lembut lalu Jennie memejamkan matanya merasakan kembali bagaimana bibir tebal milik mantannya mencium lembut bibir tipisnya. Lisa yang merasa Jennie tidak menolaknya menyesap lembut bibir Jennie, sampai tanpa sadar Jennie mengalungkan tangannya keleher Lisa dan mengusap tengkuk Lisa.
"Eemmhh"desahan Jennie lolos begitu saja ketika Lisa menghisap lidahnya dengan lembut
Saat Jennie merasa ia membutuhkan pasukan oksigen ia menepuk pelan punggung Lisa, lalu Lisa melepas pagutannya. Ia menyatukan keningnya dengan kening Jennie sambil memejamkan matanya
"Aku merindukan mu"gumam Lisa pelan tetapi Jennie bisa mendengarnya dengan jelas lalu setelah dirasa cukup
Lisa merutuki dirinya sendiri begitupun Jennie. Keduanya hilang kendali, Lisa berdeham untuk menetralkan kondisi
KAMU SEDANG MEMBACA
Hate Or Love (JENLISA)
Cerita Pendek"Aku membencimu Lisa!!!" "Aku mencintaimu Jennie" #JenlisaStory #GxG #BlackPink #Seulrene #Chaesoo
