"Kak Call, ngapain disitu?" tanya Freya pada Callie yang sedang bengong di teras rumah mereka.
"Gapapa kok" jawab Callie berbohong, lalu merangkul Freya untuk membimbingnya masuk ke dalam rumah.
Callie merasa bingung dengan tingkah laku kekasihnya yang terlihat aneh sore ini. Dia yakin Gaby sedang menyembunyikan sesuatu. Terlebih saat Gaby mengatakan akan berangkat berlatih, Callie langsung mencoba mengonfirmasi pada Raisha yang lebih tahu jadwal latihan Gaby. Ternyata, hari ini tidak ada latihan, dan seharusnya waktu tersebut adalah waktu istirahat. Bahkan Gaby meminta izin untuk berlatih, namun bodohnya, Gaby bahkan tidak membawa raketnya. Pertanyaan yang terus berkecamuk di benak Callie, mengapa Gaby berbohong?
Freya melihat kegelisahan di wajah Callie, tapi dia tidak ingin memaksa Callie untuk bercerita jika memang Callie tidak ingin. "Kak, besok aku nebeng ya ke GOR. Tapi aku mau ke sekolah dulu sebentar." pinta Freya sambil mencoba membuka obrolan dengan Callie.
"Iya sayang, emang gapapa kamu bolos?"
"Aku udah minta izin ke Bunda, buat izin ke sekolah kak. Makanya besok aku mau ngasih surat ke sekolah."
Callie hanya mengangguk, pandangannya kosong. "Oiya, aku udah siapin kejutan buat kak Iel besok!"
Mendengar itu, Callie baru ingat bahwa dia juga harus menyiapkan sesuatu untuk kekasihnya. Meskipun bukan pertandingan besar, ini pertama kalinya Callie akan merayakan perlombaan sebagai kekasih Gaby. "Aduhhh besok pasti banyak banget fans Gaby" ucap Callie dengan wajah murung. "Aha! Gimana kalau kita ke salon? Mumpung belum gelap!" seru Callie penuh antusias, memandang Freya. Freya setuju dengan anggukan, dan mereka berdua bergegas ke mal untuk pergi ke salon, diantar oleh Pak Agus.
Meskipun masih merasa ada yang janggal dengan Gaby, Callie berusaha berfikir positif dan fokus mempercantik diri, serta menyiapkan kejutan untuk Gaby esok hari. Callie tetap memberi kabar pada Gaby bahwa dia dan Freya sedang berada di mall.
-----
"jadi gimana pak? bisa nggak saya sewa untuk besok?
"waduh kalau untuk besok udah full, adanya lusa dik!"
"ahh, okay deh pak. terimakasih ya.."
Gaby melihat jam di tangannya, sudah menunjukkan pukul 9 malam, seharusnya dia sudah pulang. Dengan susah payah, dia membawa kardus berisi sesuatu yang sudah dia cari sejak sore tadi. "Harusnya gue bawa mobil tadi... kalau gini, gimana cara bawanya?" monolog Gaby sambil memperhatikan kardus di depannya. Dia berusaha mencari tempat lain yang dapat disewa melalui internet. Meskipun telepon dari Callie sudah berdering belasan kali, Gaby memutuskan untuk mengabaikannya dan fokus pada rencananya. Setelah 30 menit mencari dan langsung mengkonfirmasi, akhirnya Gaby mendapatkan apa yang dia cari. Dengan terburu-buru, dia pulang, melaju motornya dengan kecepatan tinggi. Sepanjang perjalanan, Gaby mencoba mencari alasan yang cocok untuk menjawab pertanyaan Callie, terlebih dia harus menyembunyikan kardus ini dari Callie.
Gaby masuk ke dalam rumah dengan langkah terburu-buru. Kardus yang dia bawa menjadi misteri, tapi yang terlintas di benaknya hanyalah rencana kejutan untuk Callie. Dia segera menyembunyikan kardus itu dengan bantuan Pak Agus dan berusaha menyajikan wajah santai di depan kekasihnya.
Namun, keheranan datang ketika Gaby menemukan rumah yang hening, tanpa sambutan hangat dari Callie. Tidak ada riuh rendah dari Freya atau kehadiran Raisha. Gaby bergegas menyusuri ruangan, mencari petunjuk tentang keberadaan Callie. Dalam ketidakpastian itu, kamarnya menjadi destinasi terakhir.
Pintu kamarnya terbuka perlahan, Gaby dihadapkan pada pemandangan yang membuat hatinya berdegup kencang. Callie tertidur dengan tenang, tubuhnya terlipat rapi di bawah selimut. Kamar yang berantakan memberi kesan bahwa Callie mencoba membuat kejutan untuknya. Callie tertidur dengan nyenyak, tak menyadari kedatangan Gaby yang penuh rahasia. Gaby memutuskan untuk tidak mengganggu tidurnya, memberi waktu untuk Callie beristirahat. Sementara itu, Gaby sibuk merapikan kamar yang kini terlihat berantakan setelah Callie melakukan sesuatu yang belum dia ketahui.

KAMU SEDANG MEMBACA
Going You at a Speed of 8706 : Gabriel&Callie
Teen FictionDi sekolah menengah SMA48, dua dunia bertabrakan ketika Gabriel, pemain bulutangkis terkenal dengan sikap dingin dan keangkuhannya, dipertemukan dengan Callista, seorang kutu buku ceria dan aktif sebagai anggota PMR. Keduanya sama-sama memiliki kepr...