Raisha, Freya, Amanda, dan Giselle akhirnya kembali ke basecamp setelah selesai berbelanja. Namun, pertanyaan dari para teman mereka terus menggantung di udara, menuntut penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi dan kemana Gaby membawa Callie."Udahlah, Raisha! Jangan pelit informasi.." goda Amanda, menggoda Raisha yang masih asyik dengan meja biliarnya.
"Sabar ya, guys. Nanti kalian akan tahu semuanya." ucap Raisha dengan senyum misterius, tetapi rupanya ia terlalu sibuk dengan meja biliar yang baru saja mereka beli.
Freya, yang biasanya tidak begitu manja, tiba-tiba merengek karena lapar. "Raisha.. laper.." Ini tidak biasa bagi Raisha, kecuali jika ada Gaby. Namun, Gaby tidak ada di sini, jadi siapa yang akan memanjakan manjanya sekarang?
"Iyaak Freyana. Ayo, kita pesan makanan dulu. ." kata Raisha, berusaha menenangkan Freya sambil menunjukkan layar ponselnya yang sudah siap untuk memesan.
Setelah meja biliar itu akhirnya diletakkan dengan rapi, mereka semua berkumpul dan menunggu Raisha menjelaskan segalanya. "Oke, Raisha. Jangan peras kepala. Ceritain sekarang" pinta Amanda yang sudha tidak sabar.
Raisha tersenyum misterius, memberi isyarat bahwa ada sesuatu yang disembunyikannya. "Jadi begini, teman-teman.." katanya, dan mulai menjelaskan tentang rencana Gaby yang melibatkan Raisha untuk menghantarkan mobil, kemudian menyembunyikan kucing, dan kejutan untuk Callie. Namun, Raisha sendiri tidak tahu pasti detailnya, karena ia hanya diminta membantu Gaby sebagai bagian kecil dari rencana tersebut. Dan, tentu saja, ia tidak menyangka bahwa sebagai imbalannya ia akan mendapatkan uang lebih dan meja biliar yang ia inginkan.
"Anjir! kira-kira mereka kemana ya?" Giselle berusaha menebak kemana Gaby akan memebawa Callie, "Villa? penginapan? Oyo?" katanya sambil mengunyah keripik singkong tanpa henti.
"Ah kalau Oyo kayaknya nggak mungkin! Villa mungkin!" sambung Amanda. "Lo tau nggak Fre, kakak lo kemana?" tanya Amanda pada Freya tanpa melihat kearahnya. Freya tidak menjawab, mereka kompak melihat ke arah Freya, "Sialan, malam turu!" Raisha terkekeh.
"Sha, awas lo baper sama Freya. Tumben lo mau ngalah, sampe mesenin dia makan. Callie aja yang laper pas jadi timkes boro-boro lu pesenin makan. Padahal diakan kakak lo!" Peringatan sekaligus pertanyaan dari Amanda yang merasa khawatir dengan hubungan Raisha dan Freya yang semakin dekat.
Plakkk, pukulan mendarat di lengan Amanda, "kebisaan lo Man, ya lo mikir lah anjing! Gaby udah sebaik apa sama gue?! kalau gue nggak bisa jagain Freya, ya gue malu lah!"
Amanda dan Giselle kompak menganggukkan kepala, seolah mengerti dengan penjelasan Raisha. "Gue ngerasa beruntung banget bisa satu rumah sama Gaby dan Freya! gue banyak belajar tentang persaudaraan dari mereka, ya meskipun gue nggak bisa seluwes itu buat nunjukin ke Cici gue.." sambung Raisha.
"Lahk napa jadi melow gini?"
"Baguslah kalau Gaby bawa dampak positif buat kehidupan lo Sha, gue juga ngerasa banyak perubahan dari lo. Sekarang lo lebih peka! Anjayy"
"Cuma satu positif yang nggak gue suka dari Gaby!"
"Apaan?"
"Dia positifin Cici gue hamil, gue gebuk tuh anak!"
Pernyataan tajam Raisha membuat teman-temannya tertawa, mereka tidak bisa menahan kelucuan Raisha yang selalu punya sesuatu untuk dikatakan.
-----
Setelah melakukan drama menyusun barang-barang mereka, Callie duduk di kasur sambil menelusuri timeline tentang Gaby hari ini. Gaby yang duduk di sampingnya terus mengendus. "Mau mandi! Kamu lengket dan bau!" celetuknya sambil membuat wajah cemberut.

KAMU SEDANG MEMBACA
Going You at a Speed of 8706 : Gabriel&Callie
Novela JuvenilDi sekolah menengah SMA48, dua dunia bertabrakan ketika Gabriel, pemain bulutangkis terkenal dengan sikap dingin dan keangkuhannya, dipertemukan dengan Callista, seorang kutu buku ceria dan aktif sebagai anggota PMR. Keduanya sama-sama memiliki kepr...