😺😺😺
Fanny Delaney, seorang dokter berusia 25 tahun. Gadis yang sering kali ditanya kapan menikah itu sangat mencintai stetoskopnya. Memiliki keluarga yang menuntut kesempurnaan. Meski begitu ia tetap merasakan kebahagiaan. Ia lebih memilih disuru...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Perbatasan barat, perbatasan antara Kerajaan Edelmar dengan Kerajaan Zephyr. Mengapa Avariella memilih untuk tinggal disana? Itu semua karena disebabkan wilayahnya yang damai dan tentunya makmur. Perbatasan barat berada di bawah kekuasaan Marchioness Florence.
Setelah semuanya selesai disini, dia akan bergegas menuju wilayah Florence tersebut. Jika keberadaannya ditemukan, maka ia akan menetap di Kerajaan Zephyr. Kerajaan yang sama makmurnya dengan Kerajaan Edelmar. Ia akan hidup bahagia jika berada disana. Semua rencana sudah tersusun rapi oleh Avariella. Hanya tinggal menunggu waktu.
Avariella tersenyum sejenak memikirkan hal itu. Senyum itu luntur ketika pintu kamarnya diketuk pelan dari luar.
"Masuklah!" Ujar Avariella.
Egan masuk dengan wajah tidak bersahabatnya. Tumben sekali dia mau berdiri di dalam kamarnya.
"Ada apa?" Tanya Avariella beralih duduk di sofa kamarnya.
"Ayah meminta kau untuk memilih gaun di mansion utama." Jawab Egan ketus.
"Aku tengah sibuk, biarkan Earla yang memilihnya untukku." Ujar Avariella fokus mengelus kepala Gavin yang baru saja memasuki kamarnya.
"Kau sungguh merepotkan. Ayah yang meminta, atau kuseret kau ke sana!" Seru Egan yang dihadiahi tatapan tajam Gavin.
Gavin sudah bersiap terbang mencakar wajah tampan itu. Namun dihentikan oleh Avariella.
"Jangan merusak wajahnya, Gavin. Dia tidak akan disukai para lady lagi jika begitu." Ujar Avariella seraya berjalan keluar kamar. Gavin memilih bertengger di kepala kasur, sepertinya elang itu tengah mengantuk.
"Kurang ajar sekali kau!" Marah Egan yang memang memiliki kesabaran tipis.
"Kau yang kurang ajar! Cepatlah, aku tidak memiliki banyak waktu untuk meladenimu." Jawab Avariella meninggalkan Egan yang masih berada di kamarnya.
Ia langsung turun ke lantai bawah dan meminta Osmond menyiapkan kudanya. Ia tidak mau berjalan ke mansion utama. Hal itu hanya akan menguras tenaganya.
"Apakah perlu saya saja yang mewakili, Nona?" Tanya Earla.
"Duke itu meminta aku sendiri yang memilihnya, Earla. Kau disini saja memeriksa dokumen yang ada di ruang pribadiku." Ujar Avariella memelan di akhir kalimat.
"Baik jika begitu, Nona." Jawab Earla berlalu dari sana.
Avariella beralih menatap Egan yang turun dengan wajah masamnya. Ingin rasanya Avariella tertawa melihat wajah itu.
"Kenapa kau masih disini? Ayo naik ke kudaku." Ujar Egan ketus.
"Osmond tengah menyiapkan kudaku. Kau pergilah dulu." Usirnya santai.