26. Teman

776 45 6
                                        

Happy Reading

Hari ini Avariella membawa Adolf ke restauran miliknya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hari ini Avariella membawa Adolf ke restauran miliknya. Bukan, lelaki itu yang merengek ingin ikut dengannya. Sedangkan keluarganya tengah berkunjung ke Istana Kerajaan Zephyr.

Avariella sedari tadi menghembuskan nafasnya kesal. Pasalnya Adolf menempelinya sejak awal perjalanan tadi. Ia tak dibiarkan bergerak sedikitpun dari kursi sofa di ruang kerjanya.

"Menyingkirlah, Duke. Aku ingin memeriksa laporan keuangan bulan ini." Ujar gadis itu jengah.

"Kau tidak merindukanku?" Tanya lelaki itu pelan.

"Tidak, menjauhlah!" Ketus Avariella.

Ia hendak beranjak menuju kursi kerjanya. Gerakannya terhenti ketika pelukan Adolf kian mengerat. Avariella jengah sendiri dibuatnya. Ia tidak bisa bergerak bebas kemana pun ia mau. Gadis itu mencubit pelan lengan yang melingkari pinggangnya dari samping itu. Tapi tak berpengaruh apa pun bagi Adolf.

"Kau benar-benar menjengkelkan, Dami." Gadis itu memilih menyerah seraya bersandar di sandaran sofa.

Ia sedikit tersentak ketika Adolf menariknya untuk bersandar di dada lelaki itu. Avariella hanya menurut tanpa melayangkan protesnya sedikitpun. Lagi pula ia merasa nyaman dan juga aman. Avariella memejamkan matanya sejenak sebelum membuka suaranya.

"Kau tidak marah setelah aku kabur?" Tanya gadis itu tiba-tiba.

"Marah, aku marah pada diriku sendiri." Jawab Adolf seraya menatap wajah cantik gadisnya itu.

"Kenapa pada dirimu sendiri?" Tanya gadis itu heran.

"Karena aku tidak mengajakmu ke perbatasan waktu itu. Atau setidaknya mengurungmu di mansionku." Lelaki itu terkekeh pelan.

Avariella menatap ngeri pada tunangannya itu. Ia memilih menjauh dan menatap Adolf dalam. Yang ditatap hanya menampilkan raut datar dengan rona merah di seluruh wajah hingga telinganya. Avariella terkekeh melihat raut Adolf yang tampak menggemaskan, di matanya.

"Ayo ikut denganku." Ajak Avariella.

Gadis itu bangkit dari duduknya dan mengulurkan tangannya pada Adolf. Lelaki itu dengan cepat meraihnya dan ikut berdiri. Ia menatap punggung Avariella yang menariknya keluar restauran. Bukannya menaiki kereta, ia malah berjalan menjauhi keramaian.

"Mau ke mana, sayang?" Tanya Adolf seraya mengikuti Avariella.

Gadis itu dibuat berdebar kencang mendengar panggilan asing itu. Tak lama setelah nya ia berdecih pelan. Avariella merutuki hatinya yang terlalu mudah terbawa suasana.

"Ikut saja, ada tempat cantik yang ingin kutunjukkan." Ujar gadis itu tetap berjalan.

"Kau lebih cantik, Ava." Jawab Adolf asal.

I'm not MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang