😺😺😺
Fanny Delaney, seorang dokter berusia 25 tahun. Gadis yang sering kali ditanya kapan menikah itu sangat mencintai stetoskopnya. Memiliki keluarga yang menuntut kesempurnaan. Meski begitu ia tetap merasakan kebahagiaan. Ia lebih memilih disuru...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aula kerajaan tampak ramai malam ini. Sedari tadi Avariella hanya duduk di kursi pojok aula. Dia tidak sendirian, Adolf menemaninya. Lelaki itu tak sedikitpun melepaskan Avariella sejak memasuki kerajaan.
Saat sampai di kerajaan tadi, Avariella langsung menemui Raja Fane dan Ibunda Ratu Afra. Tak banyak yang mereka bicarakan, hanya tentang kepulangan Avariella ke Edelmar. Kembaran dari ibunya itu memintanya untuk tetap tinggal di Kerajaan Zephyr. Tentu saja hal itu dihadiahi tatapan kesal oleh Duke Arlen.
Lelaki paruh baya itu sekarang tengah berbincang dengan bangsawan dari Edelmar dan juga kerajaan lain. Avariella hanya menghela nafas melihatnya. Apakah energi mereka tidak ada habisnya? Sedari tadi tidak berhenti bersosialisasi.
Adolf yang mendengar helaan nafas gadis itu langsung mengalihkan tatapannya pada gadis itu. Raut lelah yang gadis itu tampilkan membuat Adolf ingin mengajaknya pulang. Belum sempat ia berbicara seseorang datang menyelanya.
"Selamat malam, Duke Foster." Suara yang entah mengapa Adolf benci itu menyapa.
"Dan Nona Avariella." Lanjut orang itu setelah jeda beberapa detik.
Raut Adolf tambah tidak enak untuk dilihat setelah Duke Jasper menyapa Avariella. Sedangkan gadis itu menatap duke dari wilayah selatan itu terkejut. Agaknya ia lupa, Kerajaan Zephyr mengundang seluruh bangsawan dari kerajaan lain.
"Kita bertemu lagi, Nona." Ujar Jasper ketika tak mendapati sahutan dari kedua orang itu.
"Oh, selamat malam Duke." Sapa Avariella setelah beberapa saat.
Gadis itu menyikut lengan Adolf yang masih menatap tajam Duke Jasper. Tidak mungkin ia berbincang dengan lelaki lain disaat ada tunangannya. Lagi pula ia sedang malas bersosialisasi saat ini. Gadis itu menatap tajam pada Adolf yang tengah menoleh padanya.
"Kau ajak dia bicara, Dami. Aku sedang malas mengeluarkan suara." Bisik gadis itu.
"Duke, silahkan berbincang dengan Adolf. Aku ingin pergi menemui saudaraku." Ujar Avariella.
Gadis itu pergi setelah mendapat jawaban dari Duke Jasper. Suasana semakin menggelap ketika Avariella menghilang dari kerumunan. Kedua lelaki dengan gelar yang sama itu menatap tajam satu sama lain. Tak ada yang membuka suara selama beberapa waktu.
"Tampaknya dia amat dekat dengan anda." Akhirnya Duke Jasper membuka suaranya.
"Tidak ada urusannya denganmu." Jawab Adolf tajam
"Tentu saja, dia adalah calon istriku." Ujar Jasper percaya diri.
Tatapan Adolf menggelap ketika mendengarnya. Percaya diri sekali Si Sialan Jasper itu. Dalam hati ia sudah menyumpahi orang di depannya itu. Saat ia hendak maju mencengkram leher Duke Jasper, gerakannya terhenti oleh kedatangan Duke Arlen.