23. Rahasia Mereka

957 63 3
                                        

Happy Reading

Avariella kini tengah berada di kamarnya, tepatnya di Istana Zephyr

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Avariella kini tengah berada di kamarnya, tepatnya di Istana Zephyr. Dia tidak diizinkan kembali ke kediaman miliknya. Ia sedang khawatir dengan keadaan Osmond dan Earla. Takut mereka tengah mencarinya.

Sedangkan yang ditakutkan tengah duduk tenang di ruangan milik Raja Fane. Keduanya berusaha menahan raut jengah terhadap orang nomor satu di Kerajaan Zephyr ini. Pasalnya sedari tadi lelaki itu hanya diam setelah memanggil mereka.

"Sebenarnya ada apa anda memanggil kami ke sini, Yang Mulia?" Earla memilih membuka suara.

"Jangan terlalu kaku, Earla." Ujar Raja Fane seraya terkekeh.

"Anda sudah menjadi Raja. Tidak mungkin kami seenaknya seperti dulu." Jawab Osmond jengah.

"Sudah lama rupanya." Ujar Raja Fane seraya tersenyum tipis.

"Hei, setahun yang lalu anda masih bertemu dengan kami." Ujar Osmond kesal.

Sebulan sebelum Fanny Delaney memasuki tubuh Avariella, Earla memang pergi ke Kerajaan Zephyr dengan alasan memeriksa keadaan restoran. Lalu saat Osmond kembali lebih awal dari ibu kota Edelmar, lelaki itu juga menghadap pada Raja Fane. Lelaki itu tetap memanggil keduanya ke istana meskipun sudah mendapat laporan dari prajurit bayangannya.

Saat Avariella kembali ke Mansion Elara, Raja Carlo mengirim 2 prajurit muda terbaiknya untuk menjaga Avariella. Tentu saja tanpa sepengetahuan Duke Arlen. Bahkan sampai saat ini tidak ada yang menyadari hal itu.

Avariella bahkan tidak sadar mereka berdua adalah prajurit dari Kerajaan Zephyr. Itu semua karena keduanya menjadi prajurit melewati tes. Tak lama setelahnya, Earla dan Osmond diangkat menjadi pelayan dang pengawal pribadinya. Atau bisa dibilang keduanya adalah tangan kanan Avariella. Orang yang benar-benar bisa ia percaya. Entah bagaimana respon gadis itu ketika mengetahuinya nanti.

😺😺😺

Bosan di kamar membuat Avariella memilih beranjak menuju taman istana. Tentunya ditemani oleh seorang pelayan yang memang dikhususkan raja untuknya. Gadis itu masih saja mengagumi pemandangan istana yang begitu memanjakan matanya.

Sesampai di taman, Avariella dibuat makin berbinar. Sebab matanya menangkap kebun mawar putih yang begitu luas. Di sudut taman terdapat gazebo yang berdampingan dengan letak ayunan. Avariella memilih duduk di ayunan seraya menggerakkannya pelan.

"Bibi Anne, bisakah anda meninggalkanku sebentar saja?" Tanya Avariella sopan.

Gadis itu merasa butuh waktu sendiri. Sedari kemarin dirinya dibuat kaget oleh beberapa kejadian. Rasanya Avariella hanya butuh ketenangan saat ini.

I'm not MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang