[ Sebagian cerita ini sudah diunpublished ]
Reputation
[ rep·u·ta·tion /ˌrepyəˈtāSH(ə)n/ noun, meaning; the beliefs or opinions that are generally held about someone or something. ]
--
Demi mengamankan reputasi dua keluarga, untuk menyakinkan semes...
anw, yang punya akun Karya Karsa dan penisirin sama side story Reputation, udah ada 3 cerita yess
just check it out! jangan lupa follow shaanis juga~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
geng gercep unlock terima kasih banyak aku padamu 💋
geng wattpad di sini juga nomu saranghae~~
🍯
[ 24. ]
"Tata Bi."
Panggilan ceria itu yang mengalihkan fokus Esa, mendapati balita menggemaskan dengan rambut ikal dikuncir tinggi berjalan mendekat. Tsabitah memekik pelan sebelum melepas gandengan Esa, ganti menyongsong dan mendekap Ishma.
"Imaaa ... kangen banget," ujar Tsabitah dengan nada gemas sebelum berulang kali menciumi pipi balita yang tergelak.
Esa mengangguk formal kala berikutnya Noella menampakkan diri, memberinya tatapan datar sebelum berpaling untuk mengambil alih si balita.
"Ishma katanya ngantuk, Tante Bita lagi mau bicara sama Yuyut tau," ujar Noella.
"Enggak apa-apa kali," kata Tsabitah lalu menghindar bersama balita di gendongannya. "Imaa mau kenalan dulu sama Om Esa, ya."
"Sesa?" tanya Ishma dengan penasaran, mata bulatnya kemudian terarah pada Esa yang mengulas senyum.
"Hallo, Ishma ya namanya?" tanya Esa lembut.
"Imaa," seru Ishma semangat.
Tsabitah tertawa. "Imaa salim."
Esa mengulurkan tangan kanan, menjabat tangan mungil yang kemudian beralih memegangi jari telunjuknya. Tatapan anak itu ketara sangat penasaran, sampai beberapa kali mengguncang apa yang dipegangnya.
"Eh, eh jangan, bukan makanan," ujar Tsabitah saat Ishma kemudian membuka mulut dan mendekatkan kepala.
Esa juga melepas pegangan, suaranya lembut menjelaskan. "Iya, ini prostetik namanya, karena Om Esa enggak punya tangan kanan."