Trivia about this family:
Nama keluarga Kanantya itu berasal dari gabungan 2 kata; Kanan & Tya.
Jadi, aku emang pengin nama unik buat keluarga dokter ini dan muncul ide, orang kalau melakukan kebaikan itu dibiasakan menggunakan tangan kanan, sebagaimana dokter bedah bekerja juga dominan penggunaan tangan, then aku mencari padanan kata yang sekiranya cocok dan ketemulah tya yang bermakna Pekerjaan yang sempurna.
So, it's match! KANANTYA 🫰🏻
--
The timeline:
Risang Kanantya is around 7th!
🦾🐷❤️🦕🐝
-| Opa & Oma Kanantya story |-
Syahreza Lukito Kanantya tersenyum cerah setiap kali menggeser gerbang rumah dan di seberang terlihat putra sekaligus cucunya melakukan hal yang sama. Subuh yang sejuk dengan langkah-langkah pelan mereka bertiga menyusuri jalan komplek, menuju tempat sembahyang.
"Opa," panggil Risang Kanantya seraya mempercepat langkah, menggandeng lengan kanan sang kakek. "Opa katanya Mas Ravel sama Rasya ikut nginep juga ya, tiga hari juga?"
"Iya, tapi masih sore datangnya, Mas Ravel biar istirahat dulu," jawab Lukito dan tersenyum. "Nanti Risang habis antar Ayah, Ibu sama adek juga 'kan ke tempatnya Opa Theo."
"Iya, mau foto dulu buat berkas masuk sekolah."
Lukito mengangguk dan ganti memperhatikan sang anak yang menguap pelan. "Rayi masih demam?"
"Udah enggak, Pa ... tapi masih nemplok, baru bisa ditinggal jam setengah dua tadi," jawab Esa membicarakan anak bungsunya yang memang terkena demam selama tiga hari terakhir ini.
"Ibu tadi gantian temenin adek, Opa," ucap Risang lalu menambahkan. "Terus habis ini aku yang temenin sambil ngaji."
Lukito mengangguk senang, enam bulan berlalu sejak dirinya memutuskan untuk pensiun dan lebih banyak tinggal di rumah untuk membantu mengasuh cucu. Sebenarnya, ia tidak banyak membantu juga, menilik para cucunya yang dibiasakan bersikap mandiri dan patuh. Lukito juga sadar akan banyaknya pola asuh yang sudah berubah, cara berkomunikasi dan problem solving antara orang tua dengan anak yang tidak sekaku dahulu.
Esa jelas berproses menjadi sosok ayah yang bijak, dibalik kesabarannya ada konsistensi agar Risang bisa tumbuh menjadi anak yang baik, saleh, rajin, cerdas dan tetap rendah hati. Lukito menyayangi kelima cucunya tanpa batas, namun memang Risang yang kerap membuatnya terkenang masa-masa terbaik sebagai ayah.
Risang mirip Esa saat kecil yang pintar dan supel, hanya saja Risang jauh lebih kompetitif. Itu sebabnya terkadang rasa ingin tahu dan sikap penasarannya akan segala hal membuat para orang tua seolah butuh belajar lagi.
"Oh iya, Opa, aku udah selesai baca Hematology and Oncology ... selanjutnya berarti versi Clinical Hematology, ya?"
Tuh kan! Batin Lukito lantas memperhatikan Esa yang tersenyum, mengulurkan tangan kiri untuk membetulkan peci di kepala Risang.
"Opa?" panggil Risang.
"Sebelum ke sana, bisa baca soal Immunology dulu. It's the basic section, supaya lebih memahami hal-hal klinis dalam hematologi, kaitan antara immune tubuh dan gen yang dapat terdeteksi melalui pengecekan darah."
KAMU SEDANG MEMBACA
REPUTATION
Romansa[ Sebagian cerita ini sudah diunpublished ] Reputation [ rep·u·ta·tion /ˌrepyəˈtāSH(ə)n/ noun, meaning; the beliefs or opinions that are generally held about someone or something. ] -- Demi mengamankan reputasi dua keluarga, untuk menyakinkan semes...
