Konon katanya...
Dulu, di sebuah desa nelayan kecil di tepi pantai, hiduplah seorang pemuda bernama Rama. Ia terkenal sebagai petualang sejati, selalu haus akan misteri, selalu tergoda oleh hal-hal yang belum pasti. Sejak kecil, Rama tumbuh dengan cerita-cerita purba dari orang tuanya dan para tetua desa tentang sebuah pulau terlarang: Pulau Neymark.
Pulau itu disebut-sebut menyimpan harta karun yang tak ternilai. Namun harta itu dijaga ketat oleh makhluk gaib-penjaga yang tak pernah bisa dilihat mata manusia biasa.
Sebagian besar penduduk desa menganggap cerita itu hanya mitos, dongeng pengantar tidur belaka. Tetapi Rama berbeda. Ia yakin ada kebenaran di balik legenda itu. Keyakinan itu tumbuh menjadi obsesi, mendorongnya mengambil risiko untuk membuktikan semuanya sendiri.
Awal Perjalanan
Pada suatu hari, Rama mengumpulkan dua sahabat terdekatnya.
Maya, seorang arkeolog muda yang cerdas dan penuh rasa ingin tahu.
Dika, seorang nelayan tangguh yang mengenal seluk-beluk lautan.
Dengan penuh semangat, Rama menceritakan rencananya: menjelajahi Pulau Neymark dan menemukan harta yang selama ini diselubung rahasia. Maya terpikat oleh gagasan sebuah pulau misterius yang tak ada di peta. Dika tergoda oleh bayangan harta berlimpah.
Akhirnya, mereka bertiga sepakat. Mereka akan berlayar bersama menuju pulau legendaris itu.
Pulau yang Menggoda
Tak butuh waktu lama, perahu mereka menembus kabut tipis yang menggantung di lautan. Dari kejauhan, Pulau Neymark tampak memesona: bukit-bukit hijau menjulang, pohon akasia dan palem berdiri jarang, padang rumput luas menghampar. Lautnya biru jernih, pantainya putih pucat seperti kapur.
Namun, di balik keindahan itu, Rama merasakan sesuatu yang tak biasa. Di puncak bukit tinggi, samar-samar terlihat cahaya berkilat, seperti pantulan bulan di antara pepohonan. Hatinya bergetar-ia yakin cahaya itu bukan hal biasa. Mungkin itu tanda keberadaan sang penjaga.
Gua Sang Penjaga
Dengan penuh tekad, Rama memimpin Maya dan Dika mendaki bukit. Jalan terjal, batu licin, dan semak berduri menghadang mereka. Namun semangat lebih kuat daripada rasa lelah.
Setelah perjuangan panjang, mereka sampai di puncak. Di sana, tersembunyi di balik tebing, terdapat sebuah gua laut raksasa. Dari bawah, gua itu tak terlihat, seolah memang sengaja disembunyikan.
"Ini dia..." bisik Rama dengan mata berbinar.
Namun begitu mereka melangkah masuk, udara seketika berubah. Dingin, lembap, dan berat. Dari dalam perut gua, terdengar gemuruh suara rendah, bergema di sepanjang lorong batu. Suara itu bukan hanya gema-seolah ada sesuatu yang sadar akan kehadiran mereka.
Lalu tiba-tiba, dari kegelapan, muncul cahaya menyilaukan. Bukan cahaya matahari, bukan obor-melainkan sinar asing yang membentuk wujud. Perlahan, siluet makhluk tak dikenal menampakkan dirinya.
Maya menutup mulut menahan jerit. Dika memegang erat bahu Rama. Dan Rama sendiri, meski nyalinya besar, merasakan darahnya berdesir ketakutan.
Cerita para tetua ternyata benar. Penjaga harta Pulau Neymark itu nyata.
Misteri yang Tak Pernah Terjawab
Setelah malam itu, tak ada lagi yang melihat Rama, Maya, maupun Dika. Mereka tak pernah kembali ke desa. Perahu mereka ditemukan terombang-ambing, kosong, terikat di dermaga lapuk pulau Neymark terkutuk.
Orang-orang desa hanya bisa berbisik: mereka hilang tanpa jejak. Ada yang menduga mereka tewas dimangsa setan laut, ada yang yakin mereka terjebak dalam dimensi lain.
Namun ada pula yang berkata: Rama dan kawan-kawannya masih ada di Neymark, tapi tak bisa pulang. Karena sekali melangkah melewati gua itu, jalan kembali sudah tertutup selamanya.
Sampai kini, Pulau Neymark tetap menjadi misteri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Almost There
AdventureBermulai dari mimpi, petualanganku menjadi nyata. Sebuah pulau yang tak terpeta dan akhir petualangan yang tak terduga. Dan akhir petualangan yang penuh tanda tanya.
