Katakan, manusia mana yang tidak mengenal Harley Titanic, seorang kriminal sejati yang dipaksa mati di usia 45 tahun. Seonggok pemasok narkoba, pengedar ganja. Mafia terbengis penguasa LA.
Padahal api neraka sudah siap menyambut kedatangannya, namun...
Udah, ya.. Ini part terakhir yang aku up hari ini..
Kalau kalian mau aku up bab selanjutnya dalam waktu cepat,
KALIAN HARUS KOMEN SEBANYAK-BANYAKNYA.
KALAU KOMENNYA CUMA SEDIKIT KU GANTUNG KALIAN SAMPAI BERUANG BERANAK KUCING!
°°
Jahat? Bodoamat💃🏻
Kali ini aku serius. Kalau komennya nggak rame Ya bakal ku gantung kalian sampai komen ini rame..
HAHAHAHAHAHAHAHHA
° °
| SELAMAT MEMBACA |
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
BUGH!
Teresa--kakinya mengayun menendang perut Amora. Seluruh siswa bersorak.
"Kalau mau pamer dada, jangan depan cowok gue dong! Dasar Jalang," sarkas Teresa menusuk.
"Anjing, lo!"
Angkasa berteriak nyaring. Langkahnya melebar mendekati Teresa, hendak melayangkan tampar sebelum tengkuknya dipukul lebih dulu.
BUGH!
"Jangan pernah berani pukul cewek gue, atau cewek lo bakal mati hari ini," ancam Sky dingin. Dipandangnya rendah Angkasa yang tersungkur.
Melihat kegaduhan yang terulang kembali, diambang pintu Rey tegap berdiri. Telunjuknya sibuk mengelus cincin di jari tengah sementara pandangannya fokus pada keributan di depan.
Hhh
Menghela napas. Apakah sekolah ini tidak bisa tentram hingga hari kelulusan? Pertengkaran tiga manusia yang menjadi kiblat kelakuan itu tak pernah habis masa nya. Jika bukan Amora yang mencari masalah sudah pasti Teresa yang menghidupkan masalah.
Rey pusing. Pelipisnya ngilu seketika.
Ting!
Denting notifikasi menyita fokusnya. Rey menunduk menatap ponselnya yang menyala. Satu notifikasi dari WhatsApp berhasil menarik kepalanya naik. Pandangannya lurus pada seonggok gadis jauh di depan sana.
Mine 💞
| semuanya dimulai besok
| jangan lupa, Baby..
Yes, Darling 😘|
Selesai membalas pesan Rey berjalan masuk. Tangan kirinya masuk kedalam saku sementara tangan kanan sibuk merapikan rambut.