"MAAF? JIKA NYAWA ISTRI SAYA TIDAK SELAMAT APAKAH BISA DIBALAS MAAF?!"
"TIDAK TAU DIRI KAMU, LISA!!!" Teriak Kim Daejung kesal.
Lisa tidak menjawab apapun, ia hanya menangis dan memikirkan semuanya yang telah terjadi.
Dua anak kini berlari kearah mereka berdua.
"A-appa, Lisa!" Ucap Jisoo sambil mengatur nafasnya.
Kedua anak yang berlari kearah mereka adalah Jisoo dan Jennie.
Kini kedua anak itu meneteskan air mata, karena melihat Lisa yang sedari tadi menangis dan Appa nya yang terlihat kesal, tetapi terlihat sedih juga.
"Apa yang terjadi pada Eomma?" Tanya Jennie.
"Eomma kecelakaan dan semua itu ulah anak ini" kata Kim Daejung yang sambil menunjuk kearah Lisa.
"Kau menyakiti Eomma?" Tanya Rose yang tiba tiba datang tanpa sepengetahuan mereka.
"Apa mau tau seberapa pentingnya Eomma untuk kami?" Kini Jennie melihat Lisa dengan tatapan tajam.
"B-bukan begitu. Aku sedang menyebrang tapi tidak melihat kanan-kiri, ini untuk pertama kalinya aku menyebrang sendirian, tanpa Rose. Lalu Eomma datang menyelamatkanku saat mobil berlawanan melaju sangat kencang."
"E-eomma terpental jauh karena menyelamatkanku." Sambung Lisa dengan kepalanya yang menunduk karena takut dengan tatapan Appanya dan Eonninya.
"Menyebrang sendiri? Rose tidak bersamamu saat pulang?" Tanya Jisoo
sambil menatap kearah Rose.
"Tidak, aku ada urusan sebentar. Aku menyuruh Lisa pulang sendiri." Jawab Rose dengan muka datar.
Jennie menatap aneh Rose,"Apa anak berumur 7 tahun sudah memiliki urusan?"
Sekilas Jisoo melihat kearah Jennie, "Bahkan aku yang 9 tahun saja belum memiliki urusan, kau yang baru 7 tahun sudah memiliki urusan, ya?"
"KALIAN INI KENAPA? MEMBAHAS HAL YANG TIDAK PENTING!" Teriak Kim Daejung secara tiba-tiba.
Semua kaget dan sontak melihat ke Kim Daejung.
"Appa, jika kau hanya berteriak tanpa berdoa seperti itu, sama saja seperti kau memancing ikan tanpa umpan."
Ucap Jisoo.
"Tidak membuahkan hasil sama sekali." Sambungnya.
"Benar." Jawab Jennie.
Kim Daejung tentu malu setelah mendengar apa yang dikatakan Jisoo tadi.
"Eonni, bagaimana kau tau kalau Eomma dirumah sakit?" Tanya Rose penasaran.
"Dikasih tau sopir. Katanya Appa menelponnya." Jawab Jisoo.
"Kalau kau sendiri? Bukankah sedang ada urusan? Bagaimana bisa tau?" Tanya Jennie pada Rose.
"Aku sedang melewati rumah sakit ini, pas aku melewati parkiran, aku melihat mobil Appa dan mobil yang biasa dipakai untuk mengantar kita ke sekolah."
"Aku sangat hafal plat nomor yang ada dimobil Appa, jadi aku yakin itu mobil Appa." Jelasnya.
Mata Rose kini tertuju pada Lisa yang sedari tadi tidak berhenti menangis.
Rose lalu duduk disebelah Lisa.
"Jika Eomma tidak selamat, maka kamu adalah pembunuh." Bisik Rose pada Lisa.
"T-tidak, aku tidak membunuh Eomma...." Jawab Lisa dengan pelan.
"Kau akan dibenci banyak orang, Lisa."
"A-aku tidak mau dibenci..."
"Kau tau? Aku sering mendengar orang berkata seperti ini 'nyawa dibalas dengan nyawa', tapi menurutku ada yang lebih parah dari itu." Kini Rose tidak menatap Lisa, ia menundukkan kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
I MUST BE PERFECT?
De Todo"Aku hanya seorang manusia, tidak bisa sempurna seperti apa yang orang lain harapkan, aku hanya bisa berusaha semampuku saja..." "Aku akan berusaha untuk selalu kuat dan menjadi anak yang ceria seperti yang eomma inginkan." "Aku juga ingin diperhati...
