5. Surat

388 26 1
                                        

"ada apa...?" Tanya Rose.

"Ini!" Seseorang yang bernama Alena memberikan sebuah kertas kepada Rose.

Rose mengambil kertas tersebut, "Apa ini?"

Alena tersenyum, "Itu dari Appa aku, katanya berikan pada anak yang bernama kim Rose, lalu suruh Rose untuk berikan surat itu pada Appanya."

"Hanya ini? Terus kenapa sampai serius banget tadi, segala kunci pintu." Ucap Rose.

"Karena kata Appa, tidak ada boleh yang mengetahui hal ini." Jawab Alena.

"Baiklah, hanya itu, kan? Aku pergi"

Rose membalikkan badannya dan Seyla yang merupakan sahabat Alena itu membuka pintunya untuk Rose, karena ia yang memegang kuncinya.

.
.

Saat sampai dirumah, Rose menaruh tasnya di atas sofa, lalu pergi ke ruangan yang biasa digunakan untuk Kim Daejung bekerja.

"Semoga Appa sudah pulang dan tidak lembur hari ini." Kata Rose sambil berjalan.

Setelah sampai diruangan tempat Appanya bekerja, Rose mengetok pintunya.

"Appa, ini aku Rose, boleh aku masuk?" Tanyanya untuk memastikan bahwa Appanya ada diruangan tersebut.

"Ya" jawab Appa nya.

Setelah mendengar jawaban dari Kim Daejung, Rose membuka pintunya dan masuk keruangan tersebut.

Rose melihat Appanya yang kini sedang duduk didepan komputer dan tangannya yang sedang mengutak atik keyboard komputer.

Rose menghampiri Appanya yang sedang sibuk bekerja itu.

"Ini, dari Alena." Ucap Rose sambil memberikan sebuah kertas pada Kim Daejung.

"Surat? Untuk apa?" Tanya Kim Daejung.

"Katanya dari Appanya Alena, mungkin surat persahabatan? Aku juga ga tau." Jawab Rose.

Kim Daejung mengambil kertas tersebut lalu membacanya.

"CK, APA-APAAN INI? DARI SIAPA KAU MENDAPATKAN INI?!!!" Teriak Kim Daejung kesal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"CK, APA-APAAN INI? DARI SIAPA KAU MENDAPATKAN INI?!!!" Teriak Kim Daejung kesal.

Rose takut melihat Appanya yang sedang kesal, "A--lena... Appa, ada apa?"

"KAU DEKAT DENGANNYA?!"

"T-tidak terlalu, memangnya kenapa?"

"JANGAN DEKAT DENGANNYA, JANGAN PERNAH!" Kim Daejung tetap mengeraskan suaranya, padahal Rose sudah sangat ketakutan sekarang.

Rose menunduk, "Appa, kenapa? Sebelumnya Appa tidak melarang aku untuk berteman dengan siapa saja..."

"INTINYA JANGAN BERTEMAN DENGANNYA, ROSE!" Kim Daejung semakin kesal mendengar jawaban dari Rose.

Kini Rose mengangkat kepalanya, "Iya aku mengerti, tapi ... alasannya apa? Kenapa tak boleh?"

BUGH

Kim Daejung memukul hidung Rose, hingga tubuh Rose terjatuh kelantai, Rose merasa kesakitan pada hidungnya, lalu memegang hidungnya yang habis dipukul itu.

I MUST BE PERFECT?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang