32. Bukan salahku?

156 10 7
                                        

Saat tengah malam, Rose keluar dari kamarnya dan melihat Jisoo yang duduk di sofa dengan tatapan kosong.

"Eonni?"

Tidak ada respon dari Jisoo.

"Eonni jangan membuatku takut..."

"Apa tindakanku salah?"

"Engga, jangan menyalahkan diri Eonni. Sekarang biarkan saja seperti ini dulu, kedepannya tidak usah dipikirkan."

"Benar. Sekarang aku harus pikirin perusahaan Appa saja"

"Ya, Eonni harus mempertahankan perusahaan Appa karena nantinya itu akan menjadi perusahaan milik Eonni."

"Baiklah sekarang kamu kembali tidur."

"Eonni juga tidur"

"Belum mengantuk"

"Harus tidur sekarang, besok Eonni bekerja."

"Kamu duluan saja Rose"

"Aku tidur dikamar Eonni boleh?"

"Boleh"

"Kalau gitu ayok, aku gamau tidur sendirian hari ini" Rose menarik tangan Jisoo, awalnya Jisoo menahannya tapi akhirnya dia luluh juga dan ikut dengan Rose.

"Kalau gitu ayok, aku gamau tidur sendirian hari ini" Rose menarik tangan Jisoo, awalnya Jisoo menahannya tapi akhirnya dia luluh juga dan ikut dengan Rose

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Lisa meminum capuccino cincau di cafe dekat perusahaan Kim Daejung.

Salah satu pelayan yang kemarin memberikan Jisoo kertas berisi scan itu mendekati Lisa.

"Ini surat untukmu"

Lisa bingung tidak mengerti kenapa pelayan itu memberikan surat untuknya. "Surat dari siapa?"

"Dari seseorang"

"Ya siapa?"

"Rahasia." Setelah Lisa mengambil suratnya, pelayan itu langsung pergi.

Lisa membuka surat itu dia membacanya namun, Lisa tidak mengerti dengan isi surat tersebut.

"Aku harus menemui Appa"

Lisa memutuskan untuk pergi ke kantor polisi, tempat dimana Appanya dipenjara.

"Keluar, ada yang berkunjung" ucap salah satu polisi pada Kim Daejung.

Kim Daejung menurut, ia pikir yang menemuinya adalah Jisoo tapi dugaannya salah, melainkan Lisa.

"Lisa? Ada apa?"

"Baca surat ini dan jelaskan." Jawab Lisa cuek.

Kim Daejung tampak bingung. Dia mengambil surat yang diberikan Lisa dan membacanya.

 Dia mengambil surat yang diberikan Lisa dan membacanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
I MUST BE PERFECT?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang