37. Berduka lagi?

273 10 12
                                        

Lisa memperhatikan anak kecil tersebut yang ingin menyebrang itu.

Lisa melihat bahwa saat anak kecil itu menyebrang, sudah berada ditengah jalan terdapat dua mobil dari arah samping kanan kirinya melaju dengan kencang.

Lisa langsung berlari, kebetulan posisinya tak jauh dari sana jadi dia bisa dengan cepat menyelamatkan anak itu.

Walau...

BRAAKKKK

Nyawanya terancam.

'A-anak kecil itu nyata kan? Bukan halusinasi ku kan? Aku senang menyelamatkannya...'

Orang-orang banyak berdatangan pada Lisa, mobil yang menabraknya itu juga sangat rusak parah.

"Buruan buk panggil mobil ambulans"

"Pak nanti digendong aja pas udah Dateng mobilnya"

"Duh iya-iya udah itumah gampang, ayo cepet ini nadinya melemah"

"Nafasnya udah mulai ga teratur"

"Dia ngapain si lari kejalan raya gitu? Sengaja mau bunuh diri ya? Udah gila anak ini!"

"Mana tadi pas dia lari kejalan raya tangannya kaya nangkep orang gitu lagi, padahal mah gaada siapapun"

Lisa mendengar itu, dia belum pingsan saat itu.

Lisa tentu terkejut, apa maksud orang itu? Jadi tidak ada anak kecil? Itu hanya halusinasinya...

Setelah mendengar itu Lisa langsung pingsan.

Orang-orang sangat panik saat ini, tidak tau apa yang harus mereka perbuat agar Lisa bertahan.

Dan akhirnya mobil ambulans datang, beberapa orang disana mengangkat Lisa.

.

.

"Ini kita nunggu disini terus Pak?"

"Ya mau gimana lagi Buk? Kita aja gatau keluarganya siapa, yakali kita tinggal?"

Itu adalah perbincangan suami dan istri yang menyelamatkan Lisa dan menemani Lisa sampai dirumah sakit.

Salah satu suster keluar dan menghampiri sepasang suami istri itu.

"Kalian keluarganya?" Tanya suster itu.

"Bukan..."

"Pasien butuh di operasi dan beberapa jahitan karena ada yang robek, kami perlu persetujuan dari pihak keluarga"

"Duh gimana ya sus, apa gabisa langsung aja? Persetujuannya belakangan aja udah" ucap lelaki tersebut.

"Eh? Gimana pak? Persetujuannya diawal ya?"

"Iya, bisa ga dok? Kalau ga gausa ada persetujuannya lagian pasien juga udah parah gitu masa mau nunggu persetujuan si?"

"Tau nih suster keburu melayang nyawanya, udah langsung aja sus" kini istri dari suami tersebut ikut membuka suara.

"Baiklah, jika terjadi sesuatu dan pihak keluarga marah itu tanggung jawab kalian ya"

"Lah? Kan yang operasi dokter dan suster kenapa jadi kami?"

Lelaki itu menoel tangan istrinya, "udah iyain aja biar cepet, kasian pasiennya kalau kelamaan"

Akhirnya suster itu masuk kembali keruangan Lisa. Lisa dipindahkan keruangan operasi.

Saat Lisa dipindahkan keruangan operasi, wanita tersebut mengambil handphone Lisa.

"Kenapa diambil handphonenya?" Tanya suaminya.

I MUST BE PERFECT?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang