Saat Rose ingin pergi keruangan yang ditulis dengan 'kamar mayat' itu, Rose melihat Alena dan seorang laki-laki, juga seorang wanita disana.
"Alena? Kenapa dia disini..?"
Rose memberhentikan langkahnya, ia hanya memantau dari kejauhan.
"Mereka semua menangis, apa salah satu keluarga dari Alena meninggal...?"
"Appa, Eomma aku akan masuk dan melihat Garen oppa, bila kalian tidak kuat tetap disini aja." Ucap Alena, ia berdiri dan berjalan mendekati pintu lalu masuk.
Rose mendengar itu. "Garen...? I-itu, aaah tidak mungkin"
"Tunggu, kalau emang bener Garen yang sahabat Jisoo Eonni, berarti..."
"Bisa aja Appa yang membunuhnya.., ingat chat Garen 'kalau lo tau siapa yang berbuat, lo akan kehilangan semuanya' tapi karena apa Appa membunuh.."
"OH! Karena bersaing dengan perusahaan Appa nya Alena?!"
Rose berlari menjauh dari sana, ia bergegas menuju keruangan Jennie.
Sebelum Rose semakin jauh, kini langkah Rose terhenti mendengar teriakan dari Appanya Alena.
"ARRRRGHHH SIAL! Pasti ini semua Kim Daejung yang melakukannya!!!! Aku gaakan biarin keluarganya hidup dengan bahagia, mereka akan menderita!!!"
Rose mematung, rasanya berat sekali untuk ia kembali melangkahkan kakinya setelah mendengar itu. "M--menderita...?"
"KUMOHON JANGAN!! KAMI SUDAH SANGAT HANCUR JANGAN DITAMBAH LAGI PENDERITAANNYA!!" Itu hanya teriakan dari dalam hati Rose.
Rose menggelengkan kepalanya, perlahan kakinya kembali melangkah walau sambil gemetar karena memikirkan ucapan Appa Alena.
Sesampainya Rose diruangan Jennie, dengan terburu-buru ia masuk.
Jennie kaget karena tiba-tiba Rose masuk tanpa mengetuk atau membuka pintunya secara perlahan.
"Rose, ada apa? Kenapa keliatan panik?"
"Eonni, Garen sahabat Jisoo eonni sudah tidak a-"
"Apa?! Bahkan aku baru bertemu dengannya"
"Jennie Eonni, yang lebih mengejutkan lagi, Garen adalah keluarga dari Alena"
"Lalu kenapa? Alena temanmu, kan? Kenapa begitu takut?"
"Karena Alena sering mem-"
Rose berhenti bicara, ia tak mungkin bilang kalau Alena sering sekali membully nya.
"Mem?"
"Se-sering membelikan aku sesuatu, jadi aku takut dia merasa sangat sedih dan berakhir depresi" Rose tersenyum dengan terpaksa.
Bodoh, dia kira aku bisa dibohongi?
"Dia sering membully mu, jangan bohong, Rose."
"..."
"Bantu aku, aku ingin keruangan Lisa, urusan Alena kita pikirkan nanti. Rose dengar aku, jangan sampai Alena dan keluarganya tau kalau kita ada disini."
Rose mengangguk.
Rose langsung membantu Jennie untuk berdiri dan berjalan menuju ruangan Lisa.
Setelah sampai diruangan Lisa, mereka berdua duduk disamping Lisa.
Lisa perlahan menggerakkan tangannya, dan perlahan juga membuka matanya.
Jennie memencet bel yang ada disamping kasur Lisa.
Bel itu adalah untuk memanggil dokter, dokter langsung datang keruangan tersebut.
"Cepat juga pasien bangun, padahal lukanya sangat parah, kenapa keluarga kalian dipenuhi dengan keajaiban" ucap sang dokter heran.
KAMU SEDANG MEMBACA
I MUST BE PERFECT?
Random"Aku hanya seorang manusia, tidak bisa sempurna seperti apa yang orang lain harapkan, aku hanya bisa berusaha semampuku saja..." "Aku akan berusaha untuk selalu kuat dan menjadi anak yang ceria seperti yang eomma inginkan." "Aku juga ingin diperhati...
