Boothill - Bothie

16.4K 441 101
                                        

Manik berwarna [E/C] milik gadis ilmuwan yang bertanggung jawab dalam perawatan tubuh Cyborg milik Boothill alias maintenance itu menatap bokong tepos yang ditutupi kain penuh aksesoris koboi milik lelaki didepannya.

"Woi, Boti!" Sapanya dengan sengiran, tangannya yang bisa dibilang mungil itu menampar jahil bokong milik Cyborg yang tengah mengisi peluru miliknya.

"Asu!" Pekik Boothill kaget, ia langsung mendelik kearah [Name] yang tertawa-tawa tanpa dosa.

"Heh, tulul! udah berapa kali lu nampar bokong gue hari ini, hah?! kalau rusak gimana, anying!! Dan gue bukan boti!! Gue manly!!" Kesalnya namun hanya dibalas cekikikan oleh gadis itu.

"Siapa suruh tepos!" Seru [Name] dan masuk kedalam ruang lab, Boothill mendengus kesal, gadis itu memang sering sekali menjahilinya. Rasanya hampir setiap hari ia dijahili.

Tapi dia tidak masalah sih, jujur. Soalnya cuman dia yang mau ngobrol bareng dia, walau anak itu suka usil. Toh, daripada tidak sama sekali? kesepian setelah semua yang terjadi itu.. menyakitkan.

Manik unik milik Boothill menatap pistol yang berada di tangan besinya, dingin, tak berasa. Sangat berbeda dengan tangan manusia miliknya yang berisi daging, tulang, kulit, otot-otot dan lainnya.

"..."

Tatapannya teduh, sedih melandanya, anak angkatnya, keluarganya, tempat ia tinggal, bahkan tubuhnya. Ia kehilangan semuanya.

"Mikirin masa lalu lagi?"

Seketika pria koboi itu terbangun dari kenangannya, ia menoleh kearah [Name] yang membawa banyak berkas-berkas dan segudang obat di tangan kiri dan kanannya.

"Jangan sedih-sedih banget ya, gue tau kok perasaan lu. Turut sedih." Ujar [Name] dengan senyum hangat miliknya, Boothill hanya membalas dengan kekehan ringan. [Name] kalau kalem jadi cantik, manis, imut, gabung. Tapi kalau lagi tantrum, haduh..

"Ntar gue traktir eskrim deh lu abis shift gue selesai" Ucap [Name] dengan sengiran, Boothill memutar matanya kesal, keusilan [Name] kembali lagi.

Tangan besi milik koboi itu mengelus pelan surai rambut berwarna [H/C] milik [Name], rambutnya tebal, cantik.

"Makasih, ya" Ujar Boothill, gadis itu hanya mengangguk pelan.

"Santai, kalem aja kali"

-

Suara deritan kasur memenuhi ruangan gelap penuh dengan furnitur manis yang lucu, sedikit tambahan beberapa botol obat di nakas dan meja kecil di sebelah kasur.

"Ahhn~ Boothill! mngh! oh! disitu..! hngh~ enak bangeth~ ahh!!" Tubuh mungil milik [Name] terjun ke atas-bawah, mengikuti tempo jatuh tangan milik Boothill yang menjadi senderan punggungnya.

"Fuck, nasib banget gue ga bisa ngerasain memek becek lu, [Name]" deru Boothill dengan nafas panas di telinga gadis itu, ia memeluk pinggul [Name] dengan kedua tangan cyborg miliknya.

"Hmuuh~ mnhu~ haa..~ lu.. mngh! pasti suka.. ahh! ngewein anak orang.. yhaa~!" [Name] mendesah tanpa henti, kepalanya ia lempar pelan kebelakang kala cairan klimaksnya membasahi lantai yang berada dibawahnya.

"Enggak, tapi gue punya kontol gede besar"  Ucap Boothill sembari memainkan klitoris milik [Name] yang besar, berdiri tegak meminta di sentuh.

"Ohh~ ahh~! mngh~! yahhngh.. sayang bangethh.. padahal ohh! bisa di kontlhiinn- aahh!" Gadis itu squirt lagi, kali ini kencingnya juga ikut keluar, tanda ia kelebihan rangsangan.

"Padahal bisa dipake buat ngambil perawan kamu." Ujar Boothill sembari menggigit daun telinga milik [Name] pelan, pinggulnya bergerak lagi, membuat penis plastik alias dildo yang di ikat di pinggulnya itu keluar masuk di dalam liang basah milik [Name].

✎: ̗̀➛ᵍᵉⁿˢʰᶦⁿ ᶦᵐᵖᵃᶜᵗ&ʰᵒⁿᵏᵃᶦ ˢᵗᵃʳ ʳᵃᶦˡ ; ᴼⁿᵉˢʰᵒᵗ!ⁿˢᶠʷ ˣ ʳᵉᵃᵈᵉʳTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang