Taehyung memasuki kamarnya dengan tenang. Menatap hamparan ranjang yang diisi oleh tubuh Jisoo yang sedang beristirahat. Senyuman lirih ia tampilkan saat menatap wajah damai sang istri yang sedang tidur.
Membawa langkah pelan dan hati-hati, Taehyung mengambil sebuah map dari rak bukunya. Membuka kertas tersebut, dan terpajang sebuah surat yang menjadi isinya.
Surat Pengajuan Perceraian
Diamatinya lembaran tersebut dengan dengan seksama, tanpa melakukan apapun selama beberapa saat. Entah terlalu fokus membaca, atau memikirkan apa yang harus ia lakukan dengan kertas itu. Pelan sekali, helaan napas terdengar mengalun, bersamaan gerakan tangan Taehyung merobek keberadaan kertas itu dari tempatnya, menggulung lembaran tak berdosa itu menjadi bulatan kecil, serta melemparnya ke dalam tong sampah.
Pikiran Taehyung menerawang, mengantisipasi semua hal yang hendak dan harus ia tempuh. Untuk sekarang, tidak ada hal yang lebih penting ketimbang kesehatan Jisoo.
Drrttt... Drttt... Drttt...
Tyuzu calling...
Itulah yang tertera di benda pipih serba guna miliknya. Melangkah menuju balkon, Taehyung kemudian menggeser tombol hijau yang terdapat di ponselnya. Pria itu hening sesaat mendengarkan omongan yang pihak sebrang sampaikan. "Baiklah, Tyuzu, besok kita bisa bertemu."
Tanpa banyak basa-basi lagi, Taehyung menyudahi panggilan. Menghembuskan napas panjang yang membuat adanya benang di udara. Mengapa semuanya mendadak rumit? Apa mungkin ini adalah peringatan untuknya?
Taehyung tidak tahu, ia nyaris menyerah dan pasrah akan semua yang harus terjadi. Saat semua hal harus berjalan semakin jauh, tiba-tiba saja banyak kejadian tak terduga yang terjadi. Membuat tekad yang awalnya telah utuh, harus kembali kehilangan bagiannya. Apa memang ia sudah keliru?
"Bagaimana, Taehyung?! Orang tuaku terus mendesak dan meminta kejelasan untuk pernikahan kita! Kapan kau akan menceraikan Jisoo?!"
Mengusak surai hitam miliknya dengan frustrasi, Taehyung langsung dibombardir oleh pernyataan demi pertanyaan yang Tzuyu tekankan. Membuat laki-laki itu semakin bingung dan pening. Belum selesai persoalan yang satu, sudah harus menghadapi masalah yang lain.
"Tyuzu, aku tidak bisa menceraikan Jisoo sekarang. Dia sedang sakit. Jisoo amnesia dan tidak mengingat apapun, jadi aku tidak mungkin meninggalkannya sekarang."
Alasan bodoh macam apa itu? Tyuzu tergelak. "Kau sudah dibodohi, Taehyung! Tidak mungkin ini semua begitu kebetulan. Aku yakin Jisoo hanya berpura-pura, untuk mengulur pernikahan kita. Kau jangan terperangkap dalam siasat liciknya itu! Kau harus ingat, Taehyung, Jisoo sudah banyak menyakitimu. Hyunsoo juga pantas mendapat ibu yang lebih baik dibanding dia!"
Taehyung terdiam, menerawang lagi kenangan masa lalu keluarganya akibat perkataan Tyuzu. Jisoo selalu sibuk memikirkan dirinya sendiri dan sering melupakan kehadirannya dan Hyunsoo. Wanita itu juga kerap kali meminta Taehyung untuk melepaskannya, karena Jisoo berpikir, ia dan Hyunsoo hanyalah penghambat segala mimpi-mimpi Jisoo.
Melihat wajah Taehyung yang mendadak murung, Tyuzu tersenyum miring. Ia pun mendekati pria itu untuk mengelus punggung tangannya. "Ceraikan Jisoo dan ayo kita menikah. Kita akan memiliki keluarga yang jauh lebih bahagia. Hanya ada kau, aku, dan Hyunsoo. Aku berjanji akan menjadi ibu yang lebih baik bagi putramu. Aku akan memperlakukan kalian jauh lebih baik ketimbang Jisoo."
Seolah sadar dari lamunannya, Taehyung lantas memberi spasi antaranya dan Tyuzu. Melepaskan secara paksa belaian gadis itu, dan menggeleng pelan. "Tidak, Tyuzu, aku harus tetap menunggu Jisoo sembuh."
Ya! Bagaimanapun jalan yang harus terjadi ke depannya, bagaimanapun takdir pernikahannya dan Jisoo, untuk sekarang, Taehyung tetap harus mementingkan kesembuhan Jisoo lebih dulu. Mungkin harapannya ada benarnya juga. Semua ini terjadi sebagai teguran dari Tuhan, bahwa Taehyung telah salah memilih keputusan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forever Young
RomanceSejak kecelakaan yang dialaminya Jisoo si gadis 17 tahun terjebak di tubuh wanita dewasa 32 tahun. Semuanya seolah tidak terkendali saat tahu-tahunya ia harus mengemban peran menjadi seorang ibu dan juga istri dari pria yang tidak ia kenali Publish:...
