Setelahnya keheningan kembali menyeruak—tak ada obrolan yang tersisa, selain bunyi hembusan napas. Taehyung masih setia mengusap punggung Hyunsoo, sebagai rutinitas yang kerap ia lakukan bila tidur bersama anak laki-lakinya itu. Saat ini Hyunsoo benar-benar sudah masuk pada dunia mimpi kecilnya.
"Jisoo, kau sudah tidur?" Taehyung bertanya saat dirinya beberapa kali masih menangkap bola mata Jisoo yang berbinar di pemandangan kamar yang temaram. Didapati kepala sang istri menggeleng, serta mimik wajah yang cemberut terlihat lucu. "ingin jalan-jalan sebentar?"
"Hmm?" Jisoo menatap Taehyung dengan wajah penasaran. "malam-malam begini?"
Yang dijawab oleh sang empunya dengan senyuman dan juga anggukan. Hingga akhirnya di sinilah mereka sekarang. Berjalan di sekitar rumah yang memiliki pemandangan serta suasana yang menenangkan. Menyaksikan hamparan bintang yang berkedip-kedip—tak terhitung banyaknya, di atas sana.
"Aku sering jalan-jalan begini saat merasa tak bisa tidur." Taehyung membuka suara. Derap langkah kaki mereka semakin melambat saat sekarang sedang berpandangan. "kau tidak bisa tidur karena kurang nyaman dengan tempatnya ya? Maaf Jisoo, seharusnya aku meminta Noona menyiapkan tempat yang lebih nyaman lagi."
Lantas saja kepala Jisoo menggeleng. "Bukan. Tidak ada yang salah dengan tempatnya. Aku suka tempat ini, dan tentu saja tempat tidurnya sangat nyaman. Apalagi di sana benar-benar terasa hangat saat aku bisa bersentuhan denganmu dan Hyunsoo." Menurut Jisoo, itulah salah satu keunggulan memiliki tempat tidur yang sedikit sempit. Memaksa tubuh mereka tidak berjarak, dan membuat keadaan semakin hangat. Bahkan walaupun udara di sini lebih dingin, Jisoo malah merasa tidak butuh selimut selama di kamar.
Sudut bibir Taehyung terangkat ketika mendengarnya. Ia lalu bertukar pandangan dengan wajah yang saling tersenyum bersama sang istri, membuat hati Taehyung bergetar melihatnya. Terasa sudah lama sekali hatinya tidak begini. Dilanda perasaan membuncah seperti orang yang sedang kasmaran. Sensasinya seperti awal-awal dulu mereka saling jatuh cinta.
Kedua langkah kaki itu berhenti pada keberadaan gazebo kayu yang terlihat nyaman. Di masing-masing kakinya terlihat tumbuh tanaman rambat yang menjulang, membuat keberadaan si rumah kayu itu seakan bersatu dengan alam. Tapi tetap saja, masih layak huni dan nyaman.
"Di sini nyaman. Tidak banyak usikan dan kalian kelihatan bertetangga cukup dekat satu sama lain." Jisoo belum pernah melihat lingkungan senyaman dan sedamai ini selama hidupnya. Dimana orang-orangnya begitu mempedulikan satu sama lain. Dapat Jisoo lihat kejadian tadi siang, saat ada seorang tetangga yang mengantarkan sayur-sayuran hasil panennya secara cuma-cuma. Serta dari cerita Taeri yang memberikan telur ayamnya. Jisoo mampu menyimpulkan sendiri, bahwa sikap saling berbagi seolah sudah menjadi kebiasaan di desa ini.
"Kau suka?" Taehyung bertanya, dan ia dapat melihat Jisoo mengangguk. Membuat sudut bibir laki-laki itu kembali terangkat. "kalau aku tahu kau menyukainya, mungkin sejak lama aku akan sering membawamu ke desaku, Jisoo." Memperkenalkan Jisoo pada tetangga, dan juga berbagi kehidupannya dengan sang istri selama di desa. Sudah lama sekali Taehyung ingin melakukan hal itu, namun sekalipun Jisoo terlihat tidak pernah tertarik untuk ikut dengannya pulang kampung. Semenjak mereka menikah—berlangsung belasan tahun, inilah pertama kalinya Jisoo menginjak tempat ini.
Melihat bagaimana binar Taehyung yang berubah sedikit sendu, Jisoo meringsek mendekat pada sang suami. "Taehyung, bisakah kau menceritakan sedikit tentang bagaimana Kim Jisoo—oh, maksudnya aku yang dulu?"
Dahi Taehyung sempat mengernyit, merasa aneh dengan permintaan yang baru saja istrinya sampaikan, namun dengan mengingat bagaimana kondisi Jisoo sekarang, Taehyung mampu memakluminya. "Kau dulu gadis yang baik, Jisoo."
Dengan semua fakta yang ia terima tentang bagaimana perilaku buruknya di masa lalu? "Taehyung, jangan berbohong. Katakan saja. Aku sungguh baik-baik saja. Aku siap mendengarkan apapun. Sungguh..."
KAMU SEDANG MEMBACA
Forever Young
RomanceSejak kecelakaan yang dialaminya Jisoo si gadis 17 tahun terjebak di tubuh wanita dewasa 32 tahun. Semuanya seolah tidak terkendali saat tahu-tahunya ia harus mengemban peran menjadi seorang ibu dan juga istri dari pria yang tidak ia kenali Publish:...
