"Mama, lihat Hyunsoo dapat cacing!"
Jisoo menjerit saat dengan lagak polosnya Hyunsoo membawa binatang panjang berlendir itu kepadanya. Menyodongkan pada Jisoo, seolah-olah cacing yang ia dapat adalah sesuatu yang menakjubkan. Lagian memang benar, ini pertama kalinya Hyunsoo melihat dan memegang cacing sungguhan. Sebelum ini ia hanya melihat dan mempelajarinya dari buku ketika di sekolah.
Bulu kuduk Jisoo berdiri. Dengan cepat membawa langkah berlari meninggalkan keberadaan Hyunsoo yang masih setia berdiri di posisi terakhir kali. "Hyunsoo, jangan dipegang! Itu menjijikkan, cepat buang."
Hyunsoo mengamati rona ketakutan sang mama, kemudian melirik cacing lucu yang ada di tangannya. Meski dengan berati hati, Hyunsoo akhirnya membuang benda itu ke tanah. Padahal Hyunsoo punya keinginan untuk memeliharanya, tapi sepertinya mama tidak suka.
Setelah Hyunsoo membuang si cacing, Jisoo akhirnya memberanikan diri untuk mendekat pada anak itu. Ia pun segera menjangkau tangan Hyunsoo untuk berjalan ke arahnya—menjauhi tempat dibuangnya cacing. Jisoo membuka telapak tangan mungil sang anak, mengelapnya berkali-kali supaya bersih.
Hari ini Taehyung mengajak mereka melihat-lihat kebun. Di luar prediksi Jisoo tentang kebun rumah tangga, nyatanya kebun yang diolah Taeri dan suaminya memiliki lahan yang cukup luas. Saking luasnya, di tempat Jisoo dan Hyunsoo berdiri sekarang di kebun stroberi, mereka tidak melihat keberadaan Taehyung maupun Joohyuk yang tadi bilang ingin memanen semangka.
"Hyunsoo, lain kali jangan menyentuhnya lagi. Cacing itu benda yang kotor, bukan hewan peliharaan yang bisa Hyunsoo ajak main."
Kepala kecil Hyunsoo mengangguk. Ia pasrah saat sang mama membawanya pada tonggak keran, dan membantu membersihkan diri. Ngomong-ngomong, Hyunsoo adalah orang yang paling antusias saat memijaki kebun.
Sejak tadi anak itu berlari kesana kemari, memetik apapun yang ia inginkan, sampai bermain cacing, sehingga Jisoo agak kewalahan mengimbangi. Memang, umur benar-benar mempengaruhi segalanya. Padahal belum lama ini Jisoo ingat dirinya masih bisa senam lantai dan melakukan olahraga kelenturan lainnya, tapi sekarang..... ah sudahlah.
"Awwww!" Jisoo lagi-lagi menjerit saat air yang coba ia nyalakan di keran malah menyembur ke segala arah. Berusaha melakukan berbagai usaha untuk membuatnya padam, namun tak kunjung ditemukan jalannya.
"Mama, ini hujan buatan!" Berbeda dengan mamanya yang panik sendiri akibat masalah keran, Hyunsoo malah menarik dirinya berada pada pancuran air paling banyak. Membasahi tubuh dengan melompat-lompat, seraya mengajak sang mama bergabung. "ayo Mama, ini menyenangkan!"
Menggaruk kepalanya bingung, Jisoo takut tindakannya telah merusak peralatan ladang. Ditambah lagi merasa panik, karena keran airnya tak kunjung padam. Bagaimana sekarang? Jisoo belum pernah berurusan dengan keran yang seperti ini.
"Jisoo, Hyunsoo, ada——"
"Taehyung, airnya tidak mau berhenti....."
Taehyung yang baru datang, segera berjalan menuju istrinya. Membantu Jisoo mematikan keran air dengan cukup usaha, karena nyatanya memang sedikit macet. Tapi tidak lama kemudian, perjuangan sepasang suami istri itu akhirnya membuahkan hasil. Mereka berhasil membuat keran yang bandel akhirnya mati juga.
"Yaaaah..." Hyunsoo mendesah kecewa. Padahal main hujan-hujanannya belum selesai, tapi hujannya sudah berhenti saja.
Melihat pakaian Hyunsoo yang basah dari atas hingga bawah, Jisoo menepuk dahinya sendiri. Belum lagi bagian celananya yang kotor akibat percikan tanah bermandikan air yang Hyunsoo dapat dari kegiatannya. "Hyunsoo, astaga." Anaknya terlihat seperti sapi yang baru keluar dari lumpur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forever Young
RomanceSejak kecelakaan yang dialaminya Jisoo si gadis 17 tahun terjebak di tubuh wanita dewasa 32 tahun. Semuanya seolah tidak terkendali saat tahu-tahunya ia harus mengemban peran menjadi seorang ibu dan juga istri dari pria yang tidak ia kenali Publish:...
