30|Rasa Khawatir

1K 156 24
                                        

Sebenarnya ia tidak sudi untuk datang ke tempat ini. Tapi mau bagaimana lagi? Doyoung tentu tidak ingin membuat Jisoo jauh darinya hanya karena kesalahan kecil.

Sejak dulu ia sudah begitu banyak melakukan hal besar untuk mendapatkan wanita itu, sehingga Doyoung tidak akan menerima jika ia harus gagal hanya karena sebuah kerikil. Kim Taehyung si benalu sialan itu semakin berpengaruh sekarang. Dia bahkan menjadi satu ancaman besar yang harus Doyoung singkirkan.

Harus, apapun yang perlu dilakukan haruslah dilakukan. Termasuk merendahkan sedikit harga dirinya untuk mendatangi kediaman si miskin itu, sekaligus meminta maaf. Meski hanya diperantara oleh keterpaksaan dan kebohongan, tapi tetap saja Doyoung merasa harga dirinya begitu jatuh.

Namun kembali lagi. Semua ini ia lakukan untuk Jisoo. Demi menarik simpati dan juga perhatian wanita itu kembali, Doyoung harus mendapatkan nama baiknya. Jisoo tidak boleh mengklaim dirinya buruk, sebab itu sama saja artinya dengan menutup semua akses yang Doyoung miliki untuk mendekat dan mendapatkan hati sang pujaan. Jisoo tujuan utamanya, dan wajib Doyoung miliki bagaimanapun caranya.

Meski tidak mudah, namun ia yakin bahwa Jisoo akan mampu ia genggam sepenuhnya. Hanya Kim Taehyung, si gundik tidak tahu diri yang memanfaatkan keadaan. Jelas, dari segi manapun, ia jauh lebih unggul. Sekarang Jisoo hanya dibutakan oleh cinta bodohnya kepada pria itu. Dipengaruhi sedikit (seperti dulu) Jisoo akan kembali membenci Taehyung. Dan kali ini Doyoung tidak akan menyia-nyiakan kesempatan maupun waktu. Saat Jisoo berada di genggamannya, maka ia pastikan tak akan ada celah lain bagi Taehyung untuk mengusik.

Doyoung menampilkan senyum ramah ketika menyambut presensi pelayan yang membukakan pintu. Ia pun perlu mendapat nama baik dari orang-orang yang berinteraksi dengan Jisoo. Dan berpura-pura adalah keahliannya sejak dulu, sehingga tidak akan terasa sulit lagi.

"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?"

"Ah begini, aku datang untuk bertemu dengan Taehyung dan Jisoo. Apakah mereka bisa ditemui? Saya Kim Doyoung sepupu dari Nyonya Jisoo." Seharusnya hari libur begini akan dihabiskan oleh keduanya untuk bersantai di rumah.

"Oooh," pelayan perempuan itu membungkukkan sedikit tubuhnya setelah pria asing tersebut mengungkapkan identitas. "maaf Tuan. Tapi Nyonya, Tuan Kim, dan Tuan Muda sedang tidak berada di rumah."

Alis Doyoung berkerut. "Kemana memangnya?"

"Tuan Kim bilang mereka mengadakan camping keluarga di penginapan dekat sungai Han. Saya juga tidak tahu lokasi pastinya, sebab hanya itu yang Tuan Kim katakan. Maafkan saya, memangnya Tuan ada keperluan apa? Semoga saya bisa membantu."

Kurang ajar. Berani sekali Taehyung membawa Jisoo untuk ikut dalam kegiatan murahan seperti itu. Berkemah? Tcih, pria itu pasti sedang ingin mengambil muka dengan berkelakuan baik dan menyenangkan.

"Begitu ya? Sayang sekali, padahal saya ingin membicarakan hal yang cukup penting," Doyoung mengulas senyum masam, menampilkan kekecewaannya. Namun tak berselang, saat ia kembali menunjukkan raut yang tampak ramah. "kalau begitu, saya akan menitipkan hadiah ini saja untuk Jisoo dan Hyunsoo."

Pelayan wanita itu mengambil alih beberapa kantong belanjaan yang Doyoung berikan. Ada yang berlabel merek pakaian, perhiasan, dan juga kotak cukup besar yang berisi mainan. "Saya akan memberikannya pada Nyonya."

"Terima kasih." Setelah mengatakan itu, Doyoung membalik tubuh untuk kembali berjalan ke dalam mobilnya. Tidak ada alasan untuk berlama-lama menginjak tempat ini kecuali bertemu dengan Jisoo.

Hanya berselang detik dengan keluarnya mobil Doyoung yang keluar dari pagar, terdapat mobil lain yang mengarah masuk. Sooyoung mengernyit di tempatnya saat mengamati ekor mobil yang terasa tak asing itu kian menjauh. Ngomong-ngomong, ia barusaja kembali dari Daegu pasca menjenguk sang putri.

Forever YoungCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang