24|Ketidakberdayaan

1.2K 214 99
                                        

Taehyung datang sendiri ke kantor. Memastikan semua pekerjaan miliknya maupun Jisoo terselesaikan, bahkan juga menghandle rapat yang harusnya dipimpin wanita itu hari ini. Seharusnya Taehyung lebih giat lagi membuat Jisoo betah dengan pekerjaannya, namun begitulah wanita itu sekarang. Jika Jisoo dulu adalah orang yang tekun dan cinta bekerja, maka istrinya sekarang adalah gadis yang manis dan sedikit nakal. Tapi mau bagaimanapun Jisoo bersikap, Taehyung tetap mencintainya. Bahkan tak pernah luntur sejak memutuskan untuk menaruh gadis itu di dalam sana.

Ia tidak akan gegabah dan mengambil langkah yang salah sehingga membuat Jisoo kecewa, dan kembali membencinya. Mengingatnya saja sudah membuat Taehyung frustrasi. Ia bersumpah, tidak akan melakukan kesalahan yang sama—nan dapat membuatnya kehilangan wanita itu.

Sekarang mereka berada di taraf tinggi kebahagiaan. Hanya Jisoo, Hyunsoo, dan Taehyung. Dari hatinya yang terdalam, Taehyung menyayangi mereka dengan sangat. Dan ia pun menyadari sebesar apa perasaan yang tercurah dari Jisoo padanya. Sehingga Taehyung tidak akan membuat hal itu sia-sia. Jisoo memberinya setetes, maka akan Taehyung berikan satu lautan untuk wanita itu.

Mengambil sebuah figura, sudut bibir Taehyung tersenyum ketika melihat gambar yang terpajang di sana. Potret dirinya bersama Jisoo, pada ulang tahun kedua pernikahan.

Momen dimana mereka benar-benar baru menghabiskan waktu seperti pasangan suami istri pada umumnya, sebelum beberapa bulan kemudian Jisoo mengetahui dirinya tengah berbadan dua

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Momen dimana mereka benar-benar baru menghabiskan waktu seperti pasangan suami istri pada umumnya, sebelum beberapa bulan kemudian Jisoo mengetahui dirinya tengah berbadan dua.

Hanya dengan kilasan itu, Taehyung menghela napas. Dadanya sesak memikirkan ingatan buruk yang tak mampu ia ubah. Seandainya saja dulu Taehyung lebih peduli, mungkin Jisoo tidak akan sekecewa itu padanya, sampai bertahun-tahun membuat pernikahan mereka kehilangan titik berpijak. Setiap hari rasanya mereka semakin jauh, semakin enggan peduli, bahkan bukan seperti suami-istri, melainkan lebih terlihat layaknya dua orang asing yang tinggal bersama.

Kala itu, Taehyung sedang mati-matian menyelesaikan perkuliahannya di Amerika. Ia berencana mempercepat penyelesaian studinya, dengan harapan, saat Jisoo melahirkan nanti, Taehyung sudah terbebas dari jeratan kewajiban kuliah, sehingga ke depannya ia dapat mengurus Jisoo dan anak mereka dengan baik.

Namun, setiap rencana baik kadangkali memiliki takdir yang tak selaras. Di tengah sibuknya Taehyung mengejar gelar, ia sama sekali tak tahu bahwa persalinan istrinya dipercepat. Tidak ada seorang pun di Korea yang menghubunginya, dan memberitahukan masalah sepenting itu.

Taehyung nyaris pulang, karena pesannya tak kunjung mendapat balasan dari Jisoo. Ibu maupun ayah mertuanya saat ditanyai juga tidak berbicara lebih spesifik, sehingga Taehyung menaruh kecurigaan. Harusnya waktu itu Taehyung lebih mengukuhkan keinginan nuraninya untuk pulang bertemu Jisoo, daripada menimbang perasaan hormat pada ayah Jisoo, karena pria itu yang melarang keras untuk ia kembali, dan meminta tetap fokus menyelesaikan kuliahnya, agar Taehyung dapat segera bergabung ke perusahaan.

Mati-matian Taehyung mencoba tetap menyelesaikan segala pembelajarannya dengan baik demi sebuah gelar, di tengah gejolak hatinya yang tak kunjung tenang. Tapi syukurnya, kerja keras dan pengorbanan Taehyung membuahkan hasil. Ia dapat menyelesaikan strata satu secepat dugaan, dan langsung pulang ke Korea.

Forever YoungCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang