12|Perjalanan Musim Panas

1.5K 211 54
                                        

Libur musim panas kali ini dimanfaatkan oleh Taehyung untuk mengajak keluarganya ke kampung halaman. Tidak sia-sia waktu yang dihabiskannya dua minggu ini untuk lembur dan menyelesaikan apa yang perlu dikerjakan, karena akhirnya pria itu dapat bepergian dengan tenang pada liburan kali ini. Tanpa jeratan pekerjaan, tanpa deadline rapat, tapi tetap harus selalu on komunikasi tentunya.

Bersama ibu, istri dan juga putra kecilnya, Taehyung mendapat persetujuan dari semua orang untuk berangkat ke Daegu; kota kelahiran Taehyung. Jika perjalanannya lancar, waktu perjalanan akan dihabiskan sekitar tiga jam.

Mobil yang ditumpangi lima manusia itu tak lengang sejak tadi. Selalu ada celotehan mulut cerewet Hyunsoo yang bertanya ini dan itu. Seolah tidak lelah menjawab, baik Sooyoung, Taehyung, maupun Jisoo bersedia sabar untuk menjawab semua yang sang anak tanyakan.

Sekarang kicauan Hyunsoo tidak terdengar lagi, setelah sempat mereda beberapa waktu belakangan. Ternyata anak laki-laki itu sudah tidur. Hyunsoo terlihat nyaman dalam pangkuan ibunya.

Menghabiskan waktu beberapa hari ini menemani Taehyung di kantor hingga larut malam, cukup menguras energi Jisoo. Meskipun ia tidak melakukan banyak hal berarti di sana, dan pernah hanya duduk menunggu Taehyung selesai bekerja, tapi tetap saja, sekali lembur, namanya tetap lembur! Jisoo kelelahan. Melakukan sesuatu yang tidak ia sukai memang kerap menguras tenaga secara berlebihan. Sampai, Jisoo terlihat beberapa kali hampir menyusul Hyunsoo untuk tidur. Tapi tidak, ia berusaha menjaga dirinya tetap bangun, karena tidak ingin membuat sana anak terganggu.

Taehyung lagi-lagi mendapati tontonan yang membuat hatinya menghangat. Pria itu terkekeh kecil saat mengamati bagaimana ekspresi Jisoo yang terlihat lucu ketika kepalanya menunduk beberapa kali—hampir tertidur. Menggemaskan, tapi kasihan. Sehingga pria itu berinisiatif untuk mengambil alih tubuh terlelap Hyunsoo, mengubah posisi sang anak untuk berbaring dengan pahanya yang dijadikan alas.

"Terima kasih." Jisoo menghargai kebaikan Taehyung. Huh, dengan begini ia dapat tidur juga.

Niat hati Jisoo ingin merebahkan kepala pada penyangga kepala, tidak terlaksana saat Taehyung tiba-tiba saja melingkarkan lengan di bahunya. Pria itu juga menarik tubuh Jisoo untuk semakin rapat, dan sekarang Taehyung juga menuntun kepala Jisoo agar bersandar di bahunya.

Jisoo gugup. Bersitatap dengan dua bola mata Taehyung yang menenangkan. Kilasan bagaimana bibir mereka bertemu dan juga bagaimana rasa panasnya itu, menghantarkan sensasi menggelikan di perut, serta percikan hangat di pipi. Mungkin saja wajahnya sudah begitu merah sekarang, sampai Jisoo memutuskan untuk segera menunduk—memutus ikatan matanya dengan Taehyung, dan memilih untuk segera menutup kelopak matanya. Jisoo bertanya-tanya, memangnya ia masih dapat tidur dalam kondisi detak jantung secepat ini?

Tapi tetap saja, rasa lelah memenangkan pertarungan itu.

Entah berapa lama ia tertidur. Wanita itu terbangun saat mobil yang mereka tumpangi sudah berjalan keluar dari jalan raya. Sekarang mereka berkendara pada jalan setapak yang tidak diaspal, melainkan hanya ditimbun kerikil. Meski cukup aman dilalui, jalanan seperti itu memberikan goncangan yang sedikit berlebih daripada yang seharusnya. Mungkin itulah yang membuat Jisoo bangun.

Melalui transpirasi jendela, di dapatinya pemandangan jejeran hijau dari pohon maupun rumput. Mereka juga melewati beberapa rumah sederhana yang berhalaman luas, dan jarak satu persatu rumah seolah begitu jauh dari tetangga. Khas pedesaan, dan ini pertama kalinya Jisoo datang ke tempat seperti ini.

Terus melaju, akhirnya mobil mereka berhenti di salah satu rumah bewarna putih gading, dan masih dominan kayu sebagai tiang-tiang penyangga. Taehyung yang menggendong Hyunsoo, menggunakan sebelah tangannya yang kosong untuk menarik tangan Jisoo agar berjalan bersamanya.

Forever YoungCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang