04|Annoying Guest

1.5K 224 31
                                        

"Somi?"

Seorang gadis muda yang berpenampilan mencolok dengan dandanan yang heboh, membuka kacamata yang bersarang di pangkal hidungnya. Gadis yang mengecat rambut dengan warna pirang itu juga mengibaskan surainya seperti seekor singa. Mungkin sedang merasa ada angin sepoi-sepoi yang bertiup ke arahnya.

"Aku di sini..." seru gadis itu bersemangat. Melupakan pegangan kopernya, ia pun memeluk Sooyoung dengan akrab, kemudian beralih pada sosok Taehyung yang berdiri di sebelah wanita tua itu, tak lupa melakukan hal yang sama.

Sampai Jisoo yang berdiri di sebelah suaminya menjadi sedikit mengambil jarak, karena entah dengan sengaja atau tidak, gadis tamu bernama Somi itu seperti ingin ia jauh-jauh. Jisoo punya firasat, bahwa dirinya tidak mempunyai hubungan yang cukup baik dengan gadis pirang ini. Dibuktikan dengan tatapan Somi yang melirik penampilannya dari atas hingga bawah. Alih-alih memberi pelukan juga (seperti yang tadi dilakukannya pada Sooyoung dan Taehyung) Somi malah buru-buru menarik langkah mundur, seakan-akan berdiri berdekatan dengan Jisoo akan menularkannya penyakit.

"Oh? Aku tidak tahu ternyata perempuan ini ada di sini juga," ucapnya seraya membenarkan tatanan rambut, yang tentu jelas perempuan yang ia maksud adalah Jisoo. "tcih, jika saja aku tahu, lebih baik aku mencari hotel saja untuk menginap."

Seolah paham dengan kalimat tidak suka yang terang-terangan gadis itu sampaikan padanya, Jisoo merasa tidak terima. Ia ingin mengambil satu langkah untuk maju dan mempertanyakan dengan jelas apa alasan gadis tamu itu membencinya. Bahkan di kesan pertama bertemu (setidaknya bagi Jisoo) sudah mengobarkan bendera perang yang begitu menyala.

Namun tidak sampai membuka mulut, tindakan Jisoo sudah dicegah oleh Taehyung. Laki-laki itu seolah memberi pengertian melalui tatapannya saat Jisoo melebarkan mata, dan mendeskripsikan ketidaknyamanan. Taehyung lalu mengajak istrinya untuk pergi dari kerumunan itu, setelah meminta izin dan disetujui oleh sang ibu.

"Ck, Bibi! Apa yang aku lihat? Perempuan itu masih di sini? Bukankah mereka akan segera bercerai?"

Sooyoung berusaha meredam ucapan Somi yang disuarakan dengan cukup lantang oleh gadis itu. "Somi, Sayangku. Ceritanya sangat panjang. Dan ada baiknya sekarang Bibi mengantarmu ke kamar untuk istirahat terlebih dahulu, alih-alih membicarakan hal lain. Mari, Bibi yakin perjalanan jauh mu kemari menghabiskan banyak tenaga."

Somi belum cukup puas jika rasa penasarannya tidak terpenuhi. Tapi apa yang Bibi Sooyoung katakan memang benar. Saat ini ia membutuhkan banyak istirahat karena tubuhnya yang lelah setelah perjalanan berjam-jam kemari. Pasti nanti ia akan menagih semua jawabannya, namun untuk sekarang ia akan menahan hasrat ingin tahunya terlebih dahulu.

Sedangkan wajah Jisoo sudah memerah menahan emosinya. Ia bukan orang yang berhati lapang dengan berperilaku diam membiarkan orang lain menghinanya. Jisoo pasti akan mencakar wajah jelek gadis itu lantaran sudah begitu menyebalkan setelah menyindirnya.

Lagipula, kesalahan apa yang sudah Jisoo lakukan pada gadis itu? Mengapa dia terlihat begitu membencinya secara terang-terangan?

"Dia siapa, Taehyung?! Apa maksudnya bicara begitu? Menyebalkan sekali!"

Taehyung mengerti ketidaktahuan atau mungkin tidak ingatnya Jisoo akan sosok Somi. "Somi adalah adik sepupuku, Jisoo."

Menghela napas kasar, Jisoo tidak habis pikir dengan tindakan gadis itu. Seperti itukah seharusnya seseorang bersikap pada kakak iparnya? Tcih, awalnya Jisoo pikir dia adalah anak raja melihat sikapnya yang angkuh begitu. Tapi ternyata hanya adik ipar. Sangat boleh untuk besok ia beri pelajaran.

Seketika pikiran jahat akan hal-hal usil yang dapat ia lakukan pada gadis itu membuat Jisoo senyum-senyum sendiri.

"Aku mohon jangan terlalu memikirkan perkataannya. Somi memang begitu, jadi aku harap kau bisa memakluminya."

Forever YoungCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang