23|Berusaha Menjadi Lebih Baik

1.1K 200 78
                                        

Pukul sepuluh, Jisoo dan Taehyung tampak sibuk. Keduanya mempersiapkan banyak hal, mulai dari menyalakan lilin dan juga mempersiapkan confetti. Besok adalah ulang tahun Hyunsoo. Harusnya mereka merayakan tepat tengah malam, namun mengingat Hyunsoo perlu sekolah besok pagi, makanya akan dirayakan sekarang saja.

Sebenarnya Taehyung baru keluar dari kamar sang anak setelah membacakan Hyunsoo cerita dan mengiringi anaknya tidur. Cukup cepat, karena ia dan Jisoo tengah menyiapkan rencana kecil untuk merayakan ulang tahun Hyunsoo. Syukurnya Hyunsoo cukup berkompromi, sehingga kedua orang tua tersebut dapat segera merealisasikan rencana.

Daun pintu perlahan terbuka, menyebabkan intensitas terang dari tengah ruangan menyelinap ke dalam kamar yang cukup temaram namun tidak gelap (seperti suasana senja) di kamar Hyunsoo. Didapati anak itu benar-benar sudah jatuh ke alam mimpi, sehingga Jisoo dan Taehyung memelankan langkahnya.

"Hyunsoo..." Taehyung berseru lembut saat mereka sampai tepat di samping ranjang anak itu. Tangannya lalu membelai pipi gembul Hyunsoo dengan lembut.

"Eughh... Papa?" Gumam Hyunsoo masih setengah tertidur, bahkan ia belum membuka matanya, "apa sudah waktu sekolah?" Pelan sekali kelopaknya terbelah sayu, menampilkan raut wajah yang begitu lucu.

Ampuh membuat Jisoo dan Taehyung sama-sama terkekeh melihatnya. Tidak perlu diragukan lagi dari mana kelucuan akan sikap polos yang Hyunsoo miliki. Sebab sembilan puluh persen sikapnya menurun langsung dari Jisoo—persis bak pinang dibelah dua, dengan masa kecil sang ibu (bahkan sekarang mungkin juga masih). Sementara wajahnya benar-benar coppy paste dari Taehyung. Tuhan memang begitu adil.

Melirik satu sama lain, Taehyung dan Jisoo mengangguk membuat sebuah kesepakatan. "Selamat ulang tahun, Sayang." Seru keduanya riang bernada lembut.

Huh? Ulang tahun? Mata kecil Hyunsoo kembali mengerjap. Tangannya dibuat menggaruk bagian kepala, cukup kesulitan menyusun makna dari yang papa dan mamanya katakan. Hyunsoo anak yang cerdas untuk ingat kapan ia berulang tahun, bahkan mengingat hari-hari penting lainnya, karena tahun-tahun sebelumnya di hari ulang tahun Hyunsoo, mama pasti akan mengajaknya bersama, sehingga hal tersebut begitu Hyunsoo rindukan. Tapi belakangan ini, setiap hari—bahkan setiap saat Hyunsoo selalu menghabiskan waktu bersama mama, makanya ia tidak terlalu mempedulikan soal ulang tahun.

Namun melihat sematan lilin yang melingkari kue nan menyala itu, membuat Hyunsoo luar biasa senang. Dibantu papa, ia pun mendudukkan tubuhnya, yang langsung disambut oleh nyanyian khas ulang tahun yang dilantunkan oleh kedua orang tersayang Hyunsoo. Membuatnya bertepuk tangan, merasa begitu bersemangat. Sampai bait lagu terakhir selesai, akhirnya Hyunsoo dapat membuat harapan dan juga segera meniup lilin ulang tahunnya.

Hyunsoo harap, mama dan papa akan selalu menyayanginya seperti ini.

"Selamat ulang tahun, Sayang. Semoga Hyunsoo tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas."

Tak terelakkan, dua buah ciuman hangat mendarat di pipi kanan dan kiri anak lelaki itu. Hyunsoo lalu melingkarkan tangannya untuk memeluk kedua orang tuanya. Ia sangat senang memiliki mama dan papa yang begitu mencintainya.

"Sekarang, ayo kita potong dan makan kuenya. Setelah itu Hyunsoo kembali tidur, karena besok harus sekolah."

"Baik, Mama." Hyunsoo memang anak yang penurut, "tapi malam ini, bisakah Papa dan Mama tidur di sini bersama Hyunsoo?" Rasanya sudah lama Hyunsoo tidak merasakan dekapan papa dan mama sebelum tidur, kemudian melihat wajah mereka saat bangun. Terakhir kali saat mereka tinggal di desa. Hyunsoo merasa sangat merindukannya.

Hal itu mungkin akan menjadi salah satu kado sederhana yang anaknya harapkan, sehingga Jisoo tidak mengemban keberatan. Saat melirik pada Taehyung pun, laki-laki itu mengangguk. Tentu saja! Taehyung yang paling tahu apa yang ia dan Hyunsoo butuhkan. Jisoo tidak akan lupa bagaimana ia melabeli Taehyung sebagai suami sempurna, dan sekarang gelar itu bertambah menjadi papa yang juga tak kalah sempurna. Sungguh beruntungnya mereka memiliki pria itu.

Setelah perayaan ulang tahun selesai (acara potong kue, memakannya, bahkan bertingkah jahil dengan mengoleskannya), sekarang keluarga kecil itu menghabiskan waktu mereka yang hangat dengan berbaring di ranjang. Meski ranjang tidur Hyunsoo tidak terlalu besar, namun cukup menampung ketiganya.

Di tengah-tengah, Hyunsoo sudah kembali menjemput alam bawah sadar, sementara kedua orang tua masih betah mengamati dalam keheningan, sibuk dengan balon pikiran mereka masing-masing. Suasana seperti ini selalu menjadi hal yang membuat hatinya tentram. Jisoo seakan mendapatkan jiwanya untuk terus belajar menjadi seorang ibu yang baik, karena hal itu pasti akan membuat Hyunsoo bahagia.

"Selamat ulang tahun, Hyunsoo. Mama selalu menyayangimu." Lirihnya, saat jam digital merujuk waktu tepat pukul 00.00.

***

Sepulangnya mengantar Hyunsoo sekolah, Jisoo kembali ke rumah dengan membawa banyak sekali kantong belanjaan yang ia dapatkan dari supermarket. Hari ini ia mengajukan libur, dan dengan sedikit permohonan dan hadiah untuk Taehyung, akhirnya pria itu memberi izin. Suaminya berkata akan menyelesaikan tugasnya, dan juga menghandle semua kepentingan rapat, dan nanti membicarakannya.

Jisoo hanya mengangguk, meski sebenarnya tidak pernah serius mendengarkan kajian ulang jika Taehyung kembali membicarakan pekerjaan dengannya. Selain hal itu akan membuat kepalanya sakit dan juga wajahnya cepat tua, maka Jisoo akan mempercayakan semuanya kepada sang suami. Lagipula tidak ada seorang pun yang Jisoo percayai lebih banyak daripada pria itu.

Tenang, Jisoo bolos kali ini bukan untuk melakukan kegiatan tidak bermanfaat. Meskipun ia tidak pernah menganggap kegiatannya yang berbelanja barang mewah adalah hal yang sia-sia juga—hey! Itu disebut self reward. Tapi yasudahlah, hari ini ia akan mengerjakan sesuatu yang lebih bermanfaat demi menunjang perannya menjadi istri dan ibu yang baik.

Memasak! Dan Jisoo sudah menyiapkan semua bahan-bahan yang diperlukan. Hampir semua wanita bisa memasak, jadi apa susahnya? Jika mereka bisa, maka Jisoo juga pasti bisa.

Sesampainya di dalam rumah, Jisoo memerintahkan dua orang pelayan yang biasanya mengurus kepentingan dapur untuk membantunya. Jelas, Jisoo harus berada di bawah pengawasan yang lebih ahli. Meskipun kerap berpikir pendek, namun Jisoo masih tahu risikonya bila ia masak sendirian. Kemungkinan terburuk, Jisoo akan membakar rumah ini. Tidak, Jisoo masih sayang pada nyawanya.

"Jadi, apa yang harus aku lakukan lebih dulu?"

Berbeda dengan wajah sumringah dan semangat yang wanita itu tampilkan, dua pelayan yang berdiri bersamanya kompak berekspresi takut dengan kepala yang senantiasa tertunduk. Awalnya Jisoo mencoba menghiraukan, namun lama-kelamaan agak jengah juga. Sekarang ia merasa cukup tersinggung.

"Apa menurut kalian, lantai itu lebih indah untuk dipandang ketimbang diriku?"

Lantas saja kedua pelayan itu mengangkat pandangan dengan wajah melongo. Jelas, ketakutan yang sama masih ada. "T-tidak, Nyonya. Bukan seperti itu." Jawab salah seorang dengan nada terbata.

Merotasi bola matanya, Jisoo tidak mengerti dimana letak aura seram di figur wajah cantiknya ini, sehingga mereka sepertinya sangat ketakutan. "Kalau begitu, tatap wajahku saat kalian bicara. Aku tidak akan memakan kalian, lagipula tatapan mataku tidak beracun untuk dapat membunuh. Kalian membuat hatiku terluka." Sungguh Jisoo kesal, sekarang wajahnya menampilkan kesedihan dengan bibir yang cemberut.

Agaknya kedua pelayan itu menjadi tidak enak hati. Mereka pun saling menyikut dan berbicara lewat isyarat.

"Nyonya, bukan seperti itu. Tolong maafkan kami."

Luluh dengan mudah, lagipula Jisoo tidak benar-benar serius dengan raut sedihnya. Sekarang ia mengangguk dan juga memberikan senyuman kepada dua pelayan yang saat ini telah berani menatap matanya. "Ayo, ajari aku memasak! Aku sungguh tidak sabar."

150 vote + 80 komen kalau mau double update🤣

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

150 vote + 80 komen kalau mau double update🤣

Forever YoungCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang