19|Kebahagian dan Ancaman

1.3K 194 53
                                        

"Aku tidak ingin hamil! Aku belum siap, Taehyung!"

"Jisoo, tenang... semuanya akan baik-baik saja. Aku akan menjagamu, jangan khawatir."

"Tapi bagaimana dengan kuliahku? Aku takut semuanya akan berantakan. Mimpi-mimpiku....."

"Aku akan selalu di sisimu. Jangan takut."

"Kau tidak akan meninggalkanku?"

"Tentu saja tidak akan, Sayang."

Jisoo terbangun dengan suasana kamar yang terang—dipenuhi intensitas cahaya matahari yang menembus ventilasi. Ia kesiangan lagi? Dengan khawatir Jisoo melirik keberadaan jam dinding, dan untungnya masih setengah tujuh. Cukup kesiangan, tapi tidak se keterlaluan kemarin.

Dari arah ia tidur, Jisoo menoleh pada keberadaan pintu kamar mandi yang tertutup. Ternyata Taehyung juga baru bangun, dan sedang mandi. Tanpa mengulur waktu dan berpikir dua kali, Jisoo segera bangkit dan berjalan menuju kamar mandi.

Wajah Jisoo tersenyum saat tangannya berhasil membuka pintu. Taehyung hanya menutup tanpa menguncinya, sehingga Jisoo bisa masuk. "Hai." Jisoo menyapa terlebih dahulu.

Terlihat kerutan di wajah laki-laki itu. "Jisoo?"

Jisoo tidak peduli lagi. Sebut saja urat malunya telah putus. Toh, ia berani nakal hanya kepada Taehyung, kan? "Aku juga ingin mandi, bersamamu."

Sudut bibir Taehyung terangkat untuk tersenyum. Sebelah tangannya bahkan terulur untuk menyambut sang istri. "Kemarilah."

Dan sekali lagi, Jisoo akan menjadi orang yang tidak tahu malu karena dengan senang hati berjalan mendekati pria itu. Padahal tindakannya yang main masuk sembarangan saat orang mandi saja sudah tidak sopan, apalagi meminta Taehyung membantunya melucuti pakaian. Tapi siapa peduli? Yang ia repotkan adalah suaminya sendiri.

"Taehyung?" Jisoo berseru saat sekarang tubuh mereka sudah basah di bawah pancuran. Kepalanya mendongak menatap wajah Taehyung.

"Hmm?"

"Ada rapat penting hari ini?"

"Tidak."

Bagus. Tangan Jisoo beralih naik menyentuh dada suaminya yang polos, mengelus dengan penuh godaan, tak lupa menampilkan sorot wajah yang sensual. "Mau sedikit terlambat?"

Dan Taehyung dengan cepat mencerna keinginan istrinya. Ia pun ampuh dibuat terkekeh menyadari ajakan menggemaskan itu. "Tentu." Siapa yang mau menolak?

Mengalungkan kedua tangannya di leher Taehyung, Jisoo kemudian menutup matanya saat pria itu mulai menciumnya. Menggodanya dengan kecupan-kecupan pelan, lalu memagut bibirnya dengan keahlian penuh. Jisoo melenguh di setiap desakan yang bibir Taehyung berikan pada tubuhnya, bahkan suara air yang jatuh akan kalah derasnya oleh desahan yang mulai terusung.

Siapa bilang kegiatan panas di bawah pancuran hanyalah hal yang dilakukan orang bodoh? Nyatanya, bercinta dengan pengalaman seperti ini lebih menguji adrenalin dan bersensasi. Jisoo bahkan tidak terlalu merasakan pijakan kakinya, karena terlalu melayang akibat permainan yang sang suami lakukan. Tapi gilanya, ia sangat menyukai ini. Sangat.

Rengekan berbaur desahan mengalun indah di ruangan itu. Bukan sebentar atau sedikit, melainkan mereka mungkin akan butuh waktu yang lebih panjang. Toh, siapa yang peduli?

Bahkan pada ponsel Taehyung maupun Jisoo sudah bergetar dan menampilkan beragam notifikasi, namun tidak ada yang menghiraukan benda itu. Sebab pemiliknya sedang mengusahakan pencapaian lain yang lebih intens dan penting, ketimbang urusan apapun.

"Loh, kalian belum berangkat?"

Mendapati pertanyaan seperti itu, baik Jisoo maupun Taehyung yang sama-sama baru turun hanya mengulum senyum. Dua jam lebih, dan mereka baru menunjukkan batang hidung dari keberadaan kamar pada pukul sembilan. Keduanya sudah berpakaian rapi, dan siap berangkat ke kantor.

Forever YoungCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang