22|Suami Yang Sempurna

1.2K 213 91
                                        

"Papa!"

Taehyung yang terlihat sibuk di mejanya menoleh ke arah pintu, dan senyumnya lantas merekah mendapati presensi anak kesayangannya. Bangkit dari kursi, Taehyung berjalan menyembarangi meja, tak lupa menundukkan tubuh agar Hyunsoo dapat memeluknya.

Dan tentu saja langkah kecil Hyunsoo yang berlari lantas menubruk tubuh Taehyung. Membaurkan pelukan kasih sayang yang kental. Selain suka menempel dengan mama, Hyunsoo juga suka bermanja dengan papa.

"Hyunsoo datang menemui Papa?"

"He'um. Hyunsoo datang untuk membantu Papa bekerja. Pasti Papa lelah sekali ya?"

Menguap kepala sang anak dengan gemas, Taehyung sempat bertukar pandang dengan sosok Jisoo yang tengah membawa beberapa kantong belanjaan dan juga tas Hyunsoo. Kemudian beralih lagi menatap binar lucu si kecil kesayangannya ini. "Iya, tadinya Papa merasa sangat lelah. Tapi dengan melihat keberadaan Hyunsoo di sini, rasa lelahnya terbang begitu saja."

"Wush! Seperti itu?" Hyunsoo memperagakan gerakan bagaimana ia melempar kertas.

Terkekeh kecil, Taehyung lalu mengangguk. "Benar, seperti itu."

Hyunsoo merasa senang dapat ikut menemani papa dan mama. Ia pun menarik tangan sang papa untuk mendekat pada keberadaan mamanya yang lebih dulu mengambil tempat di sofa tengah. "Mama membawakan Papa makanan. Bukankah Mama begitu perhatian?" Hyunsoo menarik dirinya untuk sampai di depan telinga Taehyung, "Mama melakukan itu karena dia sangat menyayangi Papa." Bisiknya yang tak sepenuhnya menjadi rahasia, karena baik Jisoo maupun Taehyung dapat mendengar kalimat itu dengan baik.

Membuat pipi Jisoo agak merona setelah dipuji, apalagi saat ditatap begitu intens oleh suami dan anaknya. Ia pun menunjukkan kotak makanan yang tadi ia belikan, saat Taehyung melirik. Mereka juga sempat bertukar senyum.

"Terima kasih, Papa memang belum makan siang."

"Katakan hal itu pada Mama."

Anaknya memang selalu menjadi jembatan untuk hal-hal seperti ini. Taehyung kembali melirik pada keberadaan Jisoo. Memperhatikan wajah cantik wanita itu yang semakin membuatnya jatuh hati. "Terima kasih, Sayang."

Bukan hanya Hyunsoo yang kegirangan karena langsung memekik heboh pasca sang papa memanggil mama dengan sebutan 'Sayang'. Empu yang menjadi muara panggilan juga sama senangnya. Jisoo tidak percaya, bahkan hanya karena dipanggil 'Sayang' ia bisa berdebar-debar seperti ini. Seorang Kim Jisoo? Primadona masa lalu? Oh sungguh, hatinya memang selalu murah bila sudah berhubungan dengan Kim Taehyung.

***

"Rapatnya sudah selesai?" Jisoo berseru dari arah sofa. Dilihatnya Taehyung baru keluar dari kamar istirahat yang memang di desain di ruangan Taehyung (ruangan Jisoo juga ada) pasca mengantar Hyunsoo yang tertidur ke sana.

Pria itu mengajak tungkainya berayun pada keberadaan sang istri. Mendudukkan diri tepat di sebelah wanita itu. "Sudah. Aku akan bicarakan detailnya padamu."

Menggeleng cepat, Jisoo lebih dulu merebahkan tubuh, menjadikan paha Taehyung sebagai alas kepala. "Nanti saja," katanya, Jisoo sungguh tidak ingin memperburuk isi kepalanya hanya untuk mendengarkan hal memusingkan itu. Lagipula ia percaya bahwa Taehyung dapat menangani segala persoalan dengan baik. "jadi, apa sekarang aku boleh tidur saja? Aku merasa lelah sekali bekerja seharian ini."

Sungguh, tidak ada yang lebih menandingi kegemasan wanita ini, bahkan Hyunsoo saja kalah gemas dengan sikap imutnya. Taehyung terkekeh, ia fungsikan tangannya untuk memberi pijatan di dahi Jisoo. "Tidurlah, nanti bila waktunya pulang, aku akan membangunkanmu."

Kepala Jisoo mengangguk. "Jangan pergi. Temani aku di sini sampai aku benar-benar tertidur."

Sebenarnya begitu banyak pekerjaan yang harus Taehyung selesaikan. Ini terjadi karena tempo hari mereka memilih meliburkan diri, di saat banyak hal yang harus diperiksa. Sehingga Taehyung cukup sibuk beberapa hari ini guna menanggulangi pekerjaan secara ganda. Namun jika istrinya sudah meminta hal itu (ditemani) maka tidak mungkin Taehyung dapat menolaknya.

Forever YoungCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang